MarketNews.id- MNC Bali Resot, anak usaha MNC Land(KPIG) akan menjual lahan di Tanah Lot, Tabanan, Bali senilai Rp5,5 triliun kepada Bumi Indah Prima. Kedua belah pihak sepakat transaksi jumbo akan rampung pada Januari 2025. Direktur Utama KPIG, M Budi Rustanto menjelaskan bahwa rencana ini akan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan, karena …
Read More »Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh Lebih Dari 5 Persen Di Tengah Gejolak Global
MarketNews.id– Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengguncang fondasi ekonomi global, mendorong h…
Indonesia Bidik Swasembada Delapan Pangan Strategis Di 2026
MarketNews.id- Misi swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto di awal masa jabata…
Kuat Di Domestik, Kompetitif Di Pasar Global : 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung Pertamina
MarketNews.id-PT Pertamina International Shipping (PIS), adalah anak usaha PT Pertamina (Persero) ya…
BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi
MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang ter…
BEI Implementasikan Liquidity Provider Saham, Hadirkan Kuotasi Perdana Atas Lima Saham
MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI), resmi memulai implementasi kuotasi Liquidity Provider s…
BPD Didorong Naik Kelas : Dari Pengelola Dana Menjadi Orkestrator Pertumbuhan Ekonomi Daerah
MarketNews.id-Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong untuk melakukan transformasi peran secara funda…
Sepekan Perdagangan Saham Di BEI Indeks Naik 2,35 Persen Ke Level 7.634
MarketNews.id-Perdagangan saham Di Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sepekan terakhir catatkan kiner…
Dua Kapal Pertamina, Pride Dan Gamsunoro Bersiap Melintas Selat Hormuz
MarketNews.id– PT Pertamina International Shipping (PIS), mengumumkan bahwa dua kapal miliknya yang …
Iran Buka Selat Hormuz, Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin
MarketNews.id— Pengumuman Pemerintah Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai rute pelayaran …
BI : Aktivitas Manufaktur Masuk Fase Ekspansif Dengan PMI Di Level 52,03 Persen Di Triwulan I 2026.
MarketNews.id- Aktivitas sektor manufaktur dalam tiga bulan pertama tahun ini masuk dalam fase ekspa…
Berita Terbaru
Sritex Akan Ajukan Peninjauan Kembali, Guna Tolak Pailit
MarketNews.id- Sri Rejeki Isman (SRIL), atau Sritex akan melayangkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasinya. Sekretaris-Jenderal Perusahaan SRIL, Welly Salam mengaku belum menerima salinan amar putusan Mahkamah Agung yang menolak permohonan kasasi perseroan. “Setelah menerima amar putusan, perseroan akan melakukan upaya hukum melalui Peninjauan Kembali untuk …
Read More »PT Intraco Penta (INTA) Incar Pendapatan Utama Dari Sewa Alat Berat
MarketNews.id-Intraco Penta (INTA) meyakini tahun 2025 banyak angin segar yang akan mendukung pertumbuhan kinerja industri penyedia alat berat, alat konstruksi & pendukung, fabrikasi & infrastruktur, dan pembangkit listrik. Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim mengatakan industri alat berat di Indonesia pada 2025 diprediksi akan mengalami pemulihan bertahap seiring dengan stabilisasi …
Read More »Delta Dunia Makmur (DOID) Alami Kerugian USD13,961 Juta Di September 2024
MarketNews.id-Delta Dunia Makmur (DOID), mengalami penyusutan pendapatan sedalam 1,02 persen secara tahunan menjadi USD1,349 miliar pada akhir September 2024. Direktur Utama DOID, Ronald Sutardja menjelaskan perseroan menghadapi gangguan operasional dipicu peningkatan curah hujan di Indonesia 38 persen dan Australia, 53 persen. “Inisiatif pemulihan setelah hujan (recovery after rain) yang efektif …
Read More »Sinar Mas Multiartha (SMMA), Beri Pinjaman Anak Usaha Rp400 Miliar Tanpa Bunga
MarketNews.id- Sinar Mas Multiartha (SMMA) memberi pinjaman modal kerja senilai Rp400 miliar kepada anak usahanya, Sinar Mas Multifinance pada tanggal 19 Desember 2024. Direktur SMMA, Agus Leman Gunawan menyatakan bahwa pinjaman modal kerja ini tidak dikenakan bunga bahkan tanpa waktu jatuh tempo alias perpetual bond. “Pinjaman modal ini nantinya akan dicatatkan …
Read More »Pasar Modal Indonesia Kembali Salurkan Bantuan Untuk Lingkungan Dan Pendidikan
MarketNews.id-Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada tahun 2024 kembali menyelenggarakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam rangka 47 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia). Pada kesempatan …
Read More »BEI Paksa JKSW Dan HTDX Beli Saham Yang Dimiliki Oleh Publik
MarketNews.id- Bursa Efek Indonesia (BEI), memutuskan menghapus paksa pencatatan atau force delisting saham dua perusahaan terbuka yang telah lebih 24 bulan mengalami penghentian sementara atau suspend. Alasan lainnya, BEI menilai kedua saham itu mengalami kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau …
Read More »Honour Accord Limited Akan Jadi Pengendali RONY Setelah Suspend Dibuka
MarketNews.id-Honour Accord Limited, akan membeli 1 miliar lembar atau 80 persen kepemilikan saham pada Aesler Grup Internasional (RONY) milik pengendali perseroan Nakula Investama Indonesia dan Karimun Jawa Pratama. Direktur Utama RONY, Teny Siti Febryani mengatakan perseroan telah menerima kabar dari para pemegang saham utama bahwa telah terjadi negosiasi dengan calon …
Read More »BMF Bakal Pegang Kendali Champ Resto Indonesia (ENAK) Setelah Kuasai 50,1 Persen
MarketNews.id-Barokah Melayu Foods Pte. Ltd (BMF) menyiapkan dana senilai USD13,1 juta untuk menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) Champ Resto Indonesia (ENAK). Caranya, Barokah Melayu Foods milik Capsquare Asia Partners Fund I, LP melakukan penawaran sukarela atas 165.500.100 lembar atau 7,638 persen porsi saham ENAK dengan harga Rp1.025 per helai. “BMF …
Read More »Pemegang Saham MDIY Asal Malaysia Tan Yu Yeh, Raih Dana IPO Rp3, 74 Triliun
MarketNews.id- Azara Alpina Sdn Bhd Milik Tan Yu Yeh telah berhasil membawa pulang dana Rp3,74 triliun dari hasil penjualan 2.267.135.400 lembar atau 9 persen kepemilikan saham pada Daya Intiguna Yasa (MDIY). Pelepasan saham lama itu melalui initial public offering (IPO) MDIY yang resmi tercatat pada papan perdagangan BEI, Kamis 19 …
Read More »
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal