MarketNews.id– Dalam rangka memastikan perdagangan Efek dapat berjalan secara teratur, wajar, danefisien, serta menjaga volatilitas pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dukungan Otoritas JasaKeuangan (OJK) melakukan penyesuaian batasan Auto Rejection Bawah (ARB) Efek bersifat Ekuitasmenjadi asimetris sebesar 7 persen. Penyesuaian ini juga bertujuan memberikan kesempatan bagi investoruntuk mengevaluasi dan …
Read More »IHSG Kembali Bangkit Ke Level 5.278 Atau Naik 5,65 Persen
MarketNews.id-Perdagangan saham sepanjang hari ini berjalan atraktif seakan ingin mengganti perdagan…
Investasi Masuk RI Tembus Rp1.539 Per September 2026
MarketNews.id- Realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp1.539,2 tri…
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pembiayaan Dan Pemberdayaan Jutaan UKM
MarketNews.id- Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran R…
Mendagri Tito : Pemerintah Tak Akan Segan Tindak Perusahaan Yang Terlibat Karhutla
MarketNews. id-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pemerintah tidak …
Eks Mendag Muhammad Lutfi Soroti Ancaman MSCI, Singgung Dugaan Tekanan Institusi Singapura
MarketNews.id-Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyoroti ancaman penurunan status pasar mod…
BEI Sesuaikan Kembali Batas Bawah Auto Rejection Efek Bersifat Ekuitas
MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI), melakukan penyesuaian lanjutan terhadap ketentuan batas…
Sealion 5 Belum Memenuhi Standar Uji Keselamatan, ANCAP Kasih 3 Bintang
MarketNews.id-Mobil BYD Sealion 5, SUV plug-in hybrid (PHEV) yang dipasarkan di Australia dan Seland…
BEI Keluarkan Saham HSC Agar Tidak Masuk Dalam Perhitungan IHSG
MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI), terus melakukan konsultatif dengan pihak MSCI agar memi…
Suzuki Recall 9.024 Satria Pro Dan F150. Rangka Dan Tangki Jadi Fokus Pemeriksaan
MarketNews.id- Pemilik motor Suzuki Satria Pro dan Satria F150 patut waspada dan segera memeriksa ke…
Redam Gejolak Pasar, BEI Sesuaikan Batas Bawah Auto Rejection Bersifat Ekuitas
MarketNews.id- Dalam rangka memastikan perdagangan efek dapat berjalan secara teratur, wajar dan efi…
Berita Terbaru
Ini Daftar Pejabat Negara Dengan Kinerja Terbaik Versi PPI
MarketNews.id– Sebanyak 65,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Pemerintah Republik Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Angka tersebut berdasarkan hasil survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) yang digelar pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Dalam survei yang sama, sebanyak 32,5 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah. …
Read More »Pemerintah Optimistik Pertumbuhan Ekonomi 2027 Capai 6 Persen Dengan Investasi Sebesar Rp2.258 Triliun
MarketNews.id-Ekonomi digital akan jadi pilar utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen di 2027. Dasar dari optimistik diatas, lantaran Pemerintah telah menyasar investasi sekitar Rp 2.258 triliun dengan laju pertumbuhan 8-9 persen melampaui PDB. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi digital akan menjadi pilar utama …
Read More »Survai Terbaru PPI : Kepuasan Terhadap Pemerintah Prabowo Tembus 65 Persen
MarketNews.id– Sebanyak 65,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Pemerintah Republik Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Angka tersebut berdasarkan hasil survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) yang digelar pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Dalam survei yang sama, sebanyak 32,5 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah. …
Read More »Indeks Saham Anjlok 11,57 Persen, Sektor Basic Industry Turun Paling Dalam
MarketNews.id-Perdagangan saham pekan ini jadi catatan penting. Buruk nya sentimen akibat informasi sepihak tanpa memberi kesempatan pihak yang dinilai untuk menjawab. Akibatnya, hampir seluruh saham alami penurunan harga. Basic industry sektor yang alami penurunan terdalam pekan ini sebesar 13,38 persen diikuti oleh IDX HEALTH sebesar 13,17 persen dan IDX INFRA …
Read More »Carsome, Carmudi, Dan Mobil123 Diduga Rugikan Dealer Pesaing. KPPU Kasih Ultimatum 60 Hari
Hallobisnis- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengawasi komitmen perubahan perilaku tiga perusahaan yang terkait dengan platform perdagangan otomotif digital, yakni PT Mobil Satu Asia selaku pengelola Mobil123.com, PT Car Classifieds Indonesia selaku pengelola Carmudi.co.id, serta PT Car Some Indonesia. Dalam perkara tersebut, investigator KPPU menduga pengelola Mobil123.com dan Carmudi.co.id melarang …
Read More »Kapolri Janji Tindak Tegas Pidana Pasar Modal, Terkait Kasus DSSA, BREN Dan CUAN
MarketNews..id-Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menyatakan Polri akan menurunkan tim Bareskrim untuk menindaklanjuti informasi dan pengaduan terkait dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama OJK, DPR, dan Danantara di Bursa Efek Indonesia, Jumat 16 Oktober 2026. Kapolri menegaskan langkah kepolisian akan …
Read More »Lebih Dari 94.600 Unit Mobil Hyundai Genesis Di Recall Di Amerika
MarketNews.id- Hyundai Motor Amerika menarik kembali 94.622 unit kendaraan di Amerika Serikat karena berpotensi mengalami kebakaran. Program recall ini berkaitan dengan motor pengatur jok elektrik depan yang dapat mengalami panas berlebih akibat gangguan pada sakelar pengoperasian. Berdasarkan laporan dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), masalah tersebut berpotensi membuat motor …
Read More »Kenapa MSCI Ancam Akan Turunkan Status BEI
MarketNews.id- Indonesia menghadapi ancaman perubahan klasifikasi pasar saham dari Emerging Market menjadi Standalone Market setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi pada 15 Oktober 2026. Dalam video yang membahas isu tersebut, kreator konten Ferry Irwandi menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, dan lemahnya kepercayaan terhadap tata kelola …
Read More »OJK Kenakan Sanksi Terkait Saham DSSA, BREN Dan Cuan Sebesar Rp2,1 Triliun
MarketNews.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjatuhkan denda administratif total Rp2,1 triliun kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terkait saham DSSA, BREN, dan CUAN.Porsi terbesar berasal dari pelanggaran transaksi saham DSSA, yakni Rp1,5 triliun. Berdasarkan siaran pers OJK tertanggal 16 Oktober 2026, sanksi tersebut berkaitan dengan perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk …
Read More »
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal