MarketNews.id- Pemerintah memutuskan menurunkan harga gas alam cair (LNG) untuk sektor industri menjadi USD 13 per MMBTU dari sebelumnya mencapai USD 20 hingga USD 23 per MMBTU. Kebijakan itu diambil atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjaga daya saing industri sekaligus menekan biaya produksi. Menteri Energi dan Sumber Daya …
Read More »Presiden Turunkan Harga Gas Industri Demi Daya Saing Industri Dan Tekan Biaya Produksi
MarketNews.id- Pemerintah memutuskan menurunkan harga gas alam cair (LNG) untuk sektor industri menj…
ERAA Hadapi Tekanan Ganda, Bunga Naik, Rupiah Melemah
MarketNews.id-Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menekan hampir semua uniit bisnis PT Erajaaya Swase…
Pemerintah Tempatkan Lagi Dana Rp 281 Triliun Ke Himbara Dorong Pertumbuhan Kredit
MarketNews.id— Pemerintah memutuskan kembali menempatkan dana kas sebesar Rp281 triliun di bank-bank…
BEI Tetapkan Direksi Baru Dan Siap Lanjutkan Transformasi Pasar Modal Indonesia
MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUP…
BPJS Kesehatan Geser Pelayanan Ke Berbasis Nilai Manfaat Buat Pasien
MarketNews.id- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengambil langkah agresif untuk …
Ashmore : Tekanan Belum Sepenuhnya Hilang, Tapi Kondisi Terburuk Kemungkinan Sudah Berlalu
MarketNews.id-Bursa saham Indonesia mengakhiri sesi perdagangan pekan terakhir Juni 2026, Jumat (26/…
BEI Perkuat Kolaborasi Regional Dan Sinergi Industri Guna Mendorong Pengembangan Pasar Modal Berkelanjutan
MarketNews.id-Para Chief Executive Officer (CEO) dan perwakilan Bursa ASEAN, yang terdiri dari PT Bu…
Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan Pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
MarketNews.id-Bank Jakarta kembali menorehkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang 23…
BBRI Jadi Motor Penyaluran KUR Di Indonesia Timur Sudah Capai Rp12,71 Triliun
MarketNews.id-Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diharapkan jadi motor utama penggerak penyaluran KUR …
Kejar Pertumbuhan Kredit 15 Persen, Pemerintah Suntik Lagi Bank Himbara Rp200 Triliun
MarketNews.id-Keberhasilan Pemerintah mendongkrak laju pertumbuhan kredit hingga dua digit di semest…
Berita Terbaru
ERAA Hadapi Tekanan Ganda, Bunga Naik, Rupiah Melemah
MarketNews.id-Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menekan hampir semua uniit bisnis PT Erajaaya Swasembada Tbk (ERAA), terutama yang masih bergantung dengan impor. Selain itu, BI rate yang lebih tinggi mengurangi likuiditas pasar, memaksa perusahaan lebih hati hati dalam mengelola inventory dan liability.Guna mengantisipasi risiko kerugian kurs perusahaan akan lakukan hedging, memperbesar …
Read More »Pemerintah Tempatkan Lagi Dana Rp 281 Triliun Ke Himbara Dorong Pertumbuhan Kredit
MarketNews.id— Pemerintah memutuskan kembali menempatkan dana kas sebesar Rp281 triliun di bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna menjaga likuiditas dan mendukung pertumbuhan kredit nasional. Penempatan dana tersebut direncanakan berlangsung hingga Desember 2026 dan merupakan bagian dari koordinasi pemerintah bersama anggota Komite Stabilitas Sistemnya Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas …
Read More »BEI Tetapkan Direksi Baru Dan Siap Lanjutkan Transformasi Pasar Modal Indonesia
MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 secara hybrid pada Senin 29 Juni 2026. RUPST 2026 BEI dihadiri oleh 90 Pemegang Saham atau 100% dari jumlah Pemegang Saham yang memiliki hak suara. Rapat menyetujui dan memutuskan 3 (tiga) agenda, yaitu 1) Persetujuan atas Laporan …
Read More »BPJS Kesehatan Geser Pelayanan Ke Berbasis Nilai Manfaat Buat Pasien
MarketNews.id- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengambil langkah agresif untuk merombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Tidak lagi sekadar menghitung kuantitas atau volume tindakan medis, otoritas penjamin kesehatan nasional ini resmi menggeser kiblatnya menuju pelayanan berbasis nilai manfaat atau value-based healthcare. Hal ini diungkapkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati …
Read More »Ashmore : Tekanan Belum Sepenuhnya Hilang, Tapi Kondisi Terburuk Kemungkinan Sudah Berlalu
MarketNews.id-Bursa saham Indonesia mengakhiri sesi perdagangan pekan terakhir Juni 2026, Jumat (26/6), dengan mencatatkan penurunan IHSG sebesar 1,72% ke level 5.896, atau 281 poin lebih rendah dibanding akhir pekan sebelumnya di posisi 6.177. Selain itu, investor asing mencatatkan arus keluar ekuitas sebesar USD162 juta dalam sepekan terakhir. Weekly Commentary PT Ashmore …
Read More »BEI Perkuat Kolaborasi Regional Dan Sinergi Industri Guna Mendorong Pengembangan Pasar Modal Berkelanjutan
MarketNews.id-Para Chief Executive Officer (CEO) dan perwakilan Bursa ASEAN, yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Bursa Malaysia, The Philippine Stock Exchange (PSE), SGX Group, The Stock Exchange of Thailand (SET), dan Vietnam Exchange (VNX), bersama perwakilan bursa tamu dari Laos dan Kamboja, berkumpul di Hoi An, Vietnam, pada …
Read More »Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan Pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
MarketNews.id-Bank Jakarta kembali menorehkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026, yang diselenggarakan bersamaan dengan Mid Year Economic Outlook 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Jumat 26 Juni 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Bank Jakarta dalam menghadirkan pengalaman layanan terbaik …
Read More »BBRI Jadi Motor Penyaluran KUR Di Indonesia Timur Sudah Capai Rp12,71 Triliun
MarketNews.id-Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diharapkan jadi motor utama penggerak penyaluran KUR di Indonesia Bagian Timur. Sulawesi Selatan jadi Provinsi terbesar menerima penyaluran KUR Di Indonesia Timur. Dominannya BBRI jadi penyalur utama KUR di Indonesia Timur tidak lepas dari jaringan yang merata hingga sampai desa. Pemerintahpun berharap bank lebih aktif …
Read More »Kejar Pertumbuhan Kredit 15 Persen, Pemerintah Suntik Lagi Bank Himbara Rp200 Triliun
MarketNews.id-Keberhasilan Pemerintah mendongkrak laju pertumbuhan kredit hingga dua digit di semester pertama 2026, akan dilanjutkan di semester kedua ini. Caranya, dengan menyuntik kembali Bank Himbara sebesar Rp 200 triliun seperti yang dilakukan di semester pertama tahun ini. Hasilnya, pertumbuhan kredit Semester I tembus dua digit jadi 11,5 persen. Hingga akhir …
Read More »
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal