MarketNews.id-Danantara telah mengumpulkan dividen tahun buku 2026 sebesar Rp120 Triliun, yang didapat dari setoran BUMN dan akan dimasukan ke APBN 2026 untuk menekan defisit disekitar 2,85 persen sesuai target APBN 2026. Pemerintah menetapkan agar dividen sebesar Rp 120 triliun dari Danantara masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN …
Read More »Pemerintah Instruksikan Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun Buat APBN 2026 Guna Tekan Defisit APBN
MarketNews.id-Danantara telah mengumpulkan dividen tahun buku 2026 sebesar Rp120 Triliun, yang didap…
ICCN Dan Privy Perkuat Infrastruktur Kepercayaan Digital Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia
MarketNews.id-Penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada kemampu…
Astra Group Dan Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Di NTT
MarketNews.id-PT Astra International Tbk (ASII), melalui Nurani Astra membangun tujuh posko bantuan …
BEI Dan MNC Sekuritas Resmikan 23 Galeri Investasi Secara Serentak, Catatkan Rekor MURI
MarketNew.id– Sebagai upaya memperluas akses edukasi dan informasi pasar modal ke seluruh pelosok In…
BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation. HGII, KEEN Dan TOBA Jadi Perintis
MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini meluncurkan IDX Green Equity Designation, ini m…
TPIA Akuisisi CAHFI Singapura Jadi Katalis, Saham TPIA Terbang Tinggi
PT Chandra Asri Tbk (TPIA) anak usaha dari Chandra Asri Group mengakusisi saham perusahaan supply ch…
ESDM Akan Atur Pembelian LPG 3 Kg Berdasarkan Desil Tahun Ini
MarketNews.id-Pemerintah lewat Kementerian ESDM akan mengeluarkan regulasi baru terkait pembelian LP…
Danantara Tunjuk Partners Group Swiss Kelola Dana USD1 Miliar Untuk Investasi Pada Private Credit
MarketNews.id-Partners Group, salah satu perusahaan investasi terbesar sovereign wealth fund asal Sw…
BNI Catatkan Laba Bersih Per Juli 2026 Sebesar Rp12,52 Triliun Naik 5,47 Persen Dibanding Tahun 2025
MarketNews.id-Sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Berhasil ti…
Ketidakstabilan Kebijakan, Dominasi Komoditas Dan Tarif AS Jadi Penghambat Daya Saing RI
MarketNews.id-Indonesia masih unggul dalam biaya manufaktur dengan upah USD1,4/jam. Upah ini lebih m…
Berita Terbaru
ICCN Dan Privy Perkuat Infrastruktur Kepercayaan Digital Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia
MarketNews.id-Penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan karya, inovasi, dan aktivitas kreatif, tetapi juga membutuhkan fondasi digital yang mampu mendukung tata kelola, kolaborasi, transaksi, serta pengelolaan dokumen secara aman dan terpercaya. Melihat kebutuhan tersebut, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan PT Privy Identitas Digital (Privy) …
Read More »Astra Group Dan Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Di NTT
MarketNews.id-PT Astra International Tbk (ASII), melalui Nurani Astra membangun tujuh posko bantuan di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat sekaligus mendampingi proses pemulihan pascabencana. Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 35.726 penerima manfaat telah menerima dukungan Nurani Astra dalam berbagai bentuk …
Read More »BEI Dan MNC Sekuritas Resmikan 23 Galeri Investasi Secara Serentak, Catatkan Rekor MURI
MarketNew.id– Sebagai upaya memperluas akses edukasi dan informasi pasar modal ke seluruh pelosok Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama MNC Sekuritas dan didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan secara serentak 23 Galeri Investasi BEI (GI BEI) di berbagai wilayah. Pencapaian ini turut mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) …
Read More »BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation. HGII, KEEN Dan TOBA Jadi Perintis
MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini meluncurkan IDX Green Equity Designation, ini merupakan penetapan khusus bagi saham perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria aktivitas ekonomi hijau dan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sebagai perintis, telah ditetapkan tiga perusahaan tercatat yakin PT Hero Global Investment Tbk (HGII) dan PT Kencana Energi …
Read More »TPIA Akuisisi CAHFI Singapura Jadi Katalis, Saham TPIA Terbang Tinggi
PT Chandra Asri Tbk (TPIA) anak usaha dari Chandra Asri Group mengakusisi saham perusahaan supply chain BBM di Bandara Changi Singapura jadi katalis positif. Saham TPIA Ikut melejit positif ke harga Rp 2.100 per pukul 10.30 WIB. Kabar Aster (Chandra Astri Group/TPIA) mengakuisisi saham perusahaan supply chain BBM di Bandara …
Read More »ESDM Akan Atur Pembelian LPG 3 Kg Berdasarkan Desil Tahun Ini
MarketNews.id-Pemerintah lewat Kementerian ESDM akan mengeluarkan regulasi baru terkait pembelian LPG ukuran 3 Kg dengan mengacu pada kelompok Desil dalam Data Tunggal Sosial Dan Ekonomi Nasional (DETSEN). Sementara itu, berdasarkan proyeksi kebutuhan LPG tahun 2026, sekitar 8,6 juta metrik ton, melebihi kuota APBN sebesar 8,6 juta Ton. Regulasi baru akan …
Read More »Danantara Tunjuk Partners Group Swiss Kelola Dana USD1 Miliar Untuk Investasi Pada Private Credit
MarketNews.id-Partners Group, salah satu perusahaan investasi terbesar sovereign wealth fund asal Swiss mendapat mandat investasi private credit senilai USD1 dari Danantara untuk diinvestasikan di pasar private global. Dana tersebut sebanyak USD600 juta akan dialokasikan untuk peluang direct lending. Sisanya USD400 juta menjadi tranche diskresioner yang dikelola Partners Group sekaligus untuk …
Read More »BNI Catatkan Laba Bersih Per Juli 2026 Sebesar Rp12,52 Triliun Naik 5,47 Persen Dibanding Tahun 2025
MarketNews.id-Sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Berhasil tingkatkan kredit yang disalurkan sebanyak Rp969,94 triliun, melonjak 27,01 persen. Aset perseroan juga ikut terkerek 23,19 persen Jadi Rp1.438,88 Triliun dengan DPK capai Rp1.134, 88 triliun. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), membukukan laba bersih tahun berjalan …
Read More »Ketidakstabilan Kebijakan, Dominasi Komoditas Dan Tarif AS Jadi Penghambat Daya Saing RI
MarketNews.id-Indonesia masih unggul dalam biaya manufaktur dengan upah USD1,4/jam. Upah ini lebih murah dari Vietnam, Thailand dan Malaysia.Namun kekurangan tenaga trampil, ketidakstabilan kebijakan dan tarif AS 14,2 persen masih jadi penghambat daya saing RI. S&P Global memproyeksikan pertumbuhan Ekonomi Masih berada sekitar 5 persen Di 2026-2027. Indonesia memiliki peluang besar …
Read More »
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal