MarketNews.id- Protelindo dan Iforte, anak usaha Sarana Menara Nusantara (TOWR) kembali meraih fasilitas pinjaman. Teranyar, Bank CIMB Niaga memberikan fasilitas kredit senilai Rp1,5 triliun. Sekretaris Perusahaan TOWR, Monalisa Irawan menerangkan pinjaman dengan jangka waktu 36 bulan sejak penarikan pertama. “Protelindo dan Iforte telah setuju untuk bertanggung jawab secara tanggung renteng …
Read More »Pertamina Gas Hadirkan Ruang Belajar Anak Buat Anak Di Hari Anak Nasional 2026
MarketNews.id-Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, sekaligus mendukung semangat pering…
BPKP Diminta Benahi Audit Kerugian Negara Agar Kuat Diuji Di Pengadilan
MarketNews.id-Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), didorong melakukan evaluasi terhadap…
Danantara Asset Management (DAM), Akuisisi 4 Manajer Investasi Milik Bank BUMN Dengan Aset Rp 170 Triliun
MarketNews.id-PT Danantara Asset Management (DAM), satukan empat perusahaan manajer investasi milik …
Jagoan Ekonomi Kreatif Lokal Siap Tembus Pasar Global
MarketNews.id- Pemerintah memperkuat arah pembangunan ekonomi kreatif nasional. Penguatan ini sebaga…
Rupiah Melemah 0,16 Persen. BI Pertahankan Suku Bunga Acuan
MarketNews.id-Bank Indonesia (BI), mempertahankan BI-Rate di level 5,75 Persen dan memperluas insent…
Pemerintah Bakal Dirikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), Jadikan RI Pusat Keuangan Dunia
MarketNews.id– Pemerintah dan DPR RI telah melahirkan Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internas…
Panda Bond Diterbitkan RI Senilai USD1 Miliar, Raih Rating AAA Dengan Prospek Stabil
MarketNews.id-Pemerintah Indonesia pada 23 Juli 2026 mendatang akan menerbitkan Panda Bond dengan ta…
Kementrian PU Terapkan Whistleblowing System, Kanal Pengaduan Internal Kementrian PU
MarketNews.id- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung upaya mendukung pemerintahan yang transpara…
Defisit APBN Di Semester I 2026 Hanya Rp196,5 Triliun Atau 0,76 Persen PDB
MarketNews.id-Sepanjang semester pertama tahun 2026 ini, kinerja fiskal tetap kuat. Pendapatan negar…
Indeks Saham Terkerek 1,74 Persen Ke Level 6.340 Hari Ini
MarketNews.id-Saham BREN dan AMMN jadi penopang utama kenaikan sektor energi berkat kapitalisasi pas…
Berita Terbaru
Indeks Saham Naik 0,85 Persen Ke Level 7.801,59 Atau Naik 65,52 Poin Sore Ini
MarketNews.id-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 65,52 poin atau 0,85 persen ke level 7.801,59 pada penutupan bursa sore ini, Selasa 2 September 2025. Berdasarkan data idxmobile, investor melakukan 1,97 juta kali transaksi senilai Rp15,58 triliun atas 35,1 miliar saham. ANTM paling banyak ditransaksikan dari sisi nilai, setelah mencetak transaksi Rp1,4 …
Read More »Mitrabara Adiperdana (MBAP) Alami Penurunan Laba 78,3 Persen Jadi USD2,448 Juta Di Juni 2025
MarketNews.id- Mitrabara Adiperdana (MBAP), alami penyusutan pendapatan sedalam 26,5 persen secara tahunan menjadi USD84,224 juta pada akhir Juni 2025. Pemicunya, penjualan dan penanganan batu bara kepada pihak ketiga merosot 19,6 persen secara tahunan menjadi USD74,203 juta. Tapi pendapatan dari layanan jasa kontraktor pertambangan kepada pihak berelasi melonjak 161,8 persen secara …
Read More »Bukit Makmur Mandiri Utama Jual Obligasi III BUMA Senilai Rp1,4 Triliun
MarketNews.id-Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha BUMA Internasional Grup (DOID), tengah mencari dana hingga Rp1,4 triliun untuk membayar sebagian utang senior notes dollar Amerika Serikat, yang digunakan buat mendanai belanja modal, pertumbuhan guna ekspansi operasional pertambangan, serta mendukung kebutuhan modal kerja untuk operasional sehari-hari. Caranya, Bukir Makmur Mandiri Utama menawarkan Obligasi …
Read More »OJK Belum Restui Hendry Kurniawan Latief Selaku Pengendali PADI
MarketNews.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK), belum merestui Henry Kurniawan Latief selaku pengendali Minna Padi Investama Sekuritas (PADI). Sekretaris Perusahaan PADI, Martha Susanti mengingatkan, bahwa Henry merupakan salah satu pendiri perseroan dengan porsi kepemilikan 0,23 persen dari total saham PADI saat ini namanya telah diajukan sebagai pengendali. “ Belum dapat persetujuan apapun …
Read More »Pasar Modal Indonesia Salurkan Bantuan Pengolahan Sampah Di Kabupaten Banyumas
MarketNews.id- Self-Regulatory Organization (SRO), yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), berupa penyaluran bantuan tiga unit motor Triseda dan tiga unit mesin pencacah plastik untuk mendukung pengelolaan sampah di Kabupaten …
Read More »MBMA Salurkan Pembiayaan Ke Anak Usaha Sebesar Rp 1,77 Triliun
MarketNews.id- Merdeka Battery Materials (MBMA), perusahaan tambang nikel milik Winato Kartono akan menyalurkan dana pembiayaan senilai Rp1,777 triliun kepada anak usaha, Merdeka Tsinghan Indonesia (MTI). Rencana itu tertuang dalam perjanjian akad mudharabah antara perseroan dan MTI pada tanggal 28 Agustus 2025. Selanjutnya, MTI akan menggunakan dana pinjaman itu untuk membayar sebagian …
Read More »Indonesia Alami Deflasi 0,08 Persen Di Akhir Agustus 2025 Di Banding Juli 2025
MarketNews.id-Badan Pusat Statistik (BPS), mengumumkan terjadi deflasi sebesar 0,08 persen pada akhir Agustus dibanding Juli 2025 atau month to month. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengingatkan bahwa berdasarkan data historis, terjadi deflasi setiap bulan Agustus dalam empat tahun terakhir. Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah …
Read More »Indeks Saham Anjlok 1,5 Persen Ke Level 7.709,26 Hari Ini
MarketNews.id- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), anjlok 121,23 poin atau -1,55 persen ke level 7.709,26 pada penutupan bursa sore ini, Senin 1 September 2025. Berdasarkan data idxmobile, investor melakukan transaksi 2,129 juta kali transaksi Rp21,43 triliun atas 33,6 miliar saham. BBCA cetak transaksi Rp3,31 triliun, menjadi saham paling banyak ditransaksikan …
Read More »Otoritas Bursa Perpanjang Masa Pemberlakukan ARB Asimetris Hingga Buyback Tanpa RUPS
MarketNews.id- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), tengah menimbang untuk memperpanjang masa pemberlakukan mekanisme perdagangan efek dalam kondisi berfluktuasi secara signifikan sebagai mitigasi kondisi keamanan dan sosial politik tanah air terkini. Hal itu disampaikan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy di Jakarta, Senin 1 …
Read More »
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal