Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / MBMA Salurkan Pembiayaan Ke Anak Usaha Sebesar Rp 1,77 Triliun

MBMA Salurkan Pembiayaan Ke Anak Usaha Sebesar Rp 1,77 Triliun

MarketNews.id- Merdeka Battery Materials (MBMA), perusahaan tambang nikel milik Winato Kartono akan menyalurkan dana pembiayaan senilai Rp1,777 triliun kepada anak usaha, Merdeka Tsinghan Indonesia (MTI). Rencana itu tertuang dalam perjanjian akad mudharabah antara perseroan dan MTI pada tanggal 28 Agustus 2025.

Selanjutnya, MTI akan menggunakan dana pinjaman itu untuk membayar sebagian pokok pinjaman yang telah digunakan sebagai belanja modal, biaya konstruksi, dan biaya operasional proyek.

Manajemen MBMA menilai rencana transaksi ini akan menekan biaya atau lebih efisien. Sehingga akan memberikan dampak positif pada perseroan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Sebelumnya, MBMA menerbitkan dua surat utang dengan total nilai Rp3,71 triliun yang telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 21 Agustus 2025

Rincianya, MBMA menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II 2025 sebanyak banyaknya Rp1,94 triliun  berperingkat idA dari Pefindo   dalam 3 seri

Seri A, sebanyak Rp984,06 miliar berbunga 7,5 persen hingga jatuh tempo 367 hari setelah penerbitan. Seri B senilai Rp686,14 miliar berbunga 8,75 persen pertahun sampai jatuh tempo 3 tahun. Seri C sebanyak Rp270,5 miliar berbunga 9,25 persen pertahun hingga jatuh tempo 5 tahun mendatang.

Secara bersamaan MBMA juga menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II tahun 2025 sebanyak-banyaknya Rp1,77 triliun. Sukuk dengan peringkat idAsy dari Pefindo juga ditawarkan 3 seri.

Seri A senilai Rp651,68 miliar dengan imbal hasil setera 7,5 persen pertahun hingga jatuh tempo 367 hari setelah penerbitan.

Seri B senilai Rp857,62 miliar dengan imbal hasil setara 8,75 persen pertahun hingga jatuh tempo 3 tahun kedepan.

Seri C sebanyak Rp268,5 miliar dengan imbal hasil setara 9,25 persen per tahun hingga jatuh tempo 5 tahun kedepan.

Abdul Segara

Check Also

BI : Aktivitas Manufaktur Masuk Fase Ekspansif Dengan PMI Di Level 52,03 Persen Di Triwulan I 2026.

MarketNews.id- Aktivitas sektor manufaktur dalam tiga bulan pertama tahun ini masuk dalam fase ekspansif. Industri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *