Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Indeks Saham Terkerek 1,74 Persen Ke Level 6.340 Hari Ini

Indeks Saham Terkerek 1,74 Persen Ke Level 6.340 Hari Ini

MarketNews.id-Saham BREN dan AMMN jadi penopang utama kenaikan sektor energi berkat kapitalisasi pasarnya yang besar. Sementara IDX ENERGY naik 3,84 persen dan memimpin penguatan sektoral. Sedangkan IDXHEALTH jadi satu satunya sektor yang melemah dengan penurunan sebesar 1,33 persen.

Indeks sektor energi (IDXENERGY) memimpin penguatan indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Selasa 21 Juli 2026 setelah melonjak 3,48 persen.

Kenaikan sektor energi bersama mayoritas indeks sektoral lainnya telah menopang laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke level 6.340 atau melonjak 1,74 persen.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI hari ini, penguatan IDXENERGY turut ditopang oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar di sektor energi. Saham BREN dengan market cap terbesar di sektor energi dan terbesar kedua di BEI senilai Rp468 triliun, ditutup melesat 4,17 persen ke level 3.500.

Saham AMMN sebagai emiten energi dengan market cap Rp311 triliun terpantau melonjak 6,98 persen ke posisi 4.290. Meski secara persentase kenaikannya tidak sebesar sejumlah saham energi lainnya, penguatan kedua saham ini berkontribusi signifikan terhadap penguatan IDXENERGY maupun IHSG .

Secara persentase, kenaikan tertinggi saham energi terjadi pada DSSA (+15,3%) dan DEWA (+10,6%).
Selain IDXENERGY, penguatan terbesar selanjutnya dialami indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) sebesar 2,76 persen, dengan kenaikan tertinggi pada SULI (+34,2%) dan ALKA (+24,5%). Disusul sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang naik 2,67 persen, dengan peningkatan tertinggi pada saham ARKO (+18%) dan CDIA (+9%).

Berikutnya adalah sektor properti (IDXPROPERT) menguat 2,34 persen, dengan kenaikan harga saham tertinggi pada TRIN (+9,3%) dan MPRO (+9,1%).

Sektor teknologi (IDXTECHNO) meningkat 2,25 persen, dengan kenaikan tertinggi pada TRON (+26,7%) dan MLPT (+25%) atau mengalami auto-rejection atas (ARA).

Penguatan lanjutan juga terjadi pada indeks sektor industri (IDXINDUST) yang naik 1,79 persen, dengan peningkatan tertinggi dialami GPSO (+15,9%) dan SINI (+10%) atau mencatatkan ARA.

Sementara sektor barang konsumsi siklikal (IDXCYCLIC) menguat 1,36 persen, dengan kenaikan tertinggi pada JGLE (+34%) atau mengalami ARA dan FORU (+19,3%).

Adapun sektor barang konsumsi nonprimer (IDXNONCYC) meningkat 0,76 persen, dengan kenaikan tertinggi pada AGAR (+24,8%) atau mengalami ARA dan BEEF (+13,3%).

Sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menguat 0,72 persen, dengan kenaikan tertinggi pada MIRA (+10%) atau mengalami ARA dan TAXI (+8,3%).

Sementara itu, sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat meningkat 0,57 persen, terutama didorong kenaikan saham bank yang berada di kelompok Top 5 Market Cap, yakni BBRI (+1,66%) dan BMRI (+0,67%). Secara persentase, kenaikan tertinggi terjadi pada TIFA (+24,6%) dan PADI (+14,3%).

Berbeda dengan mayoritas sektor lainnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi satu-satunya indeks sektoral yang ditutup di zona merah setelah terkoreksi 1,33 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham PRDL (-5,4%) dan HEAL (-5,1%).

Sebanyak 16 saham di sektor ini tercatat melemah, sedangkan hanya 12 saham yang menguat dan ada 11 saham ditutup stagnan.

Check Also

Halodoc for Business Hadirkan Solusi Kesehatan Karyawan Terintegrasi

MarketNews.id- Halodoc for Business merilis Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026, laporan berbasis data …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *