Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Alami Penurunan Laba Bersih 38,8 Persen Jadi Rp 1,05 Triliun Di 2023

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Alami Penurunan Laba Bersih 38,8 Persen Jadi Rp 1,05 Triliun Di 2023

MarketNews.id Turunnya harga jual sawit sepanjang tahun 2023 lalu membuat pendapatan laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) alami penurunan jadi Rp 1,05 triliun. Raihan laba ini dibanding laba yang di raih tahun 2022 alami penurunan hingga 38,8 persen. Manajemen AALI menilai dari sisi kinerja operasional tidak ada masalah dimana produksi BTS stabil.

Emiten CPO Grup Astra PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), mencatatkan penurunan kinerja sepanjang 2023. Pendapatan dan laba bersih AALI turun pada 2023, dengan laba bersih mencapai Rp1,05 triliun.

Menilik rilis laporan keuangan per 31 Desember 2023, Kamis 22 Pebruari 2024, AALI mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp20,74 triliun sepanjang tahun lalu. Pendapatan ini turun 4,96 persen dibandingkan 2022 sebesar Rp21,82 triliun. 

Pendapatan ini disumbang oleh pendapatan minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp19,22 triliun, pendapatan inti sawit dan turunannya sebesar Rp1,5 triliun, dan pendapatan lainnya sebesar Rp21,72 miliar. 

Sementara itu, berdasarkan pendapatan dari segmen geografisnya, pendapatan bersih terbesar dikontribusikan oleh pendapatan dari Sulawesi sebesar Rp11,28 triliun, dari Sumatera sebesar Rp9,83 triliun, dan Kalimantan sebesar Rp8,26 triliun. 

Bersamaan dengan penurunan pendapatan tersebut, AALI juga mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 0,18 persen menjadi Rp17,97 triliun. Beban pokok pendapatan ini turun dari Rp18 triliun di tahun 2022. 

Meski beban tersebut turun, laba bruto AALI ikut tergerus 27,5 persen menjadi Rp2,77 triliun sepanjang 2023, dari 2022 sebesar Rp3,82 triliun. Alhasil, laba bersih AALI ikut turun 38,85 persen menjadi Rp1,05 triliun di 2023. Laba bersih ini turun dari Rp1,72 triliun di tahun 2022. 

Adapun, hingga akhir 2023, AALI mencatatkan kas dan setara kas pada akhir tahun sebesar Rp2,08 triliun, meningkat dari 2022 sebesar Rp1,6 triliun. Sementara itu, total aset AALI turun menjadi Rp28,8 triliun di akhir 2023, dari Rp29,2 triliun di akhir 2022. 

Demikian pula dengan total liabilitas yang turun menjadi Rp6,28 triliun di akhir 2023, dari Rp7 triliun di akhir 2022.

Akan tetapi, total ekuitas AALI naik menjadi Rp22,5 triliun di akhir tahun lalu, dari Rp22,2 triliun di akhir 2022.

Mencermati penurunan harga saham AALI beberapa pekan lalu, terjawab sudah mengapa harga saham AALI alami penurunan. Bisa jadi, info soal kinerja keuangan khususnya turunnya laba bersih membuat sebagian investor  telah menjual saham AALI yang berdampak pada turunnya harga AALI.

Check Also

Antisipasi Kebutuhan Idulfitri, Pertamina Tambah 7,36 Juta Tabung LPG 3 Kilo.

MarketNews.id Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, telah menambah pasokan LPG 3 kilogram …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *