Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Pan Brothers Tbk (PBRX) Ubah Rugi Jadi Laba USD26,2 Juta Di 2025

Pan Brothers Tbk (PBRX) Ubah Rugi Jadi Laba USD26,2 Juta Di 2025

MarketNews.id-Pasang surut industri tekstil dan produk tekstil di Indonesia bukan cerita baru. Tidak sedikit perusahaan tekstil dan produk tekstil yang harus tutup lantaran semakin ketatnya persaingan usaha yang berbasis  upaha tenaga kerja yang murah.

PT Pan Brothers Tbk (PBRX), salah satu perusahaan tekstil dan produk tekstil yang alami pasang surut sejak perusahaan ini mencatat saham nya di Bursa Efek Indonesia.

PBRX, menargetkan pertumbuhan penjualan untuk Tahun Buku 2026 sebesar 10 persen menjadi USD300,6 juta dari capaian di sepanjang 2025 yang sebesar USD273,3 juta.

Target sales tersebut disampaikan Direktur Keuangan PBRX, Fitri R Hartono saat pelaksanaan Public Expose di Jakarta, Jumat 5 Juni 2026.

“Tahun 2026 kami masih memproyeksikan naik sedikit dari 2025 untuk sales-nya sebesar 10 persen. Kami tetap menargetkan laba naik, khususnya pada bottom line operasional,” ujar Fitri.

Dia mengatakan, saat ini perseroan terkonsentrasi pada upaya mendorong efisiensi operasional dan digitalisasi, sejalan dengan memperkuat profitabilitas dan menopang pertumbuhan berkelanjutan.

Selain itu, PBRX juga meningkatkan kapasitas dan produktivitas melalui modernisasi proses produksi, yakni otomisasi dan digitalisasi di pabrik dengan menambah mesin maupun perangkat lunak baru.

“Kalau rencana ekspansi fisik seperti bangun pabrik baru itu tidak ada. Tapi di dalam pabrik sendiri, kita terus lakukan otomisasi dan digitalisasi dengan beberapa mesin dan software baru. Dengan begitu, kita berharap efisiensinya bisa naik. Jadi ekspansinya lebih ke output yang lebih efisien,” papar Fitri.

Dia menyampaikan, strategi konservatif yang diterapkan sepanjang 2025 mulai menunjukkan hasil positif, tercermin dari perolehan laba bersih sebesar USD26,2 juta atau berbanding terbalik dengan kondisi di 2024 yang mencatatkan rugi bersih mencapai USD448,3 juta.

Sebagai perusahaan manufaktur berbasis job order, Fitri menilai, efisiensi produksi dan pengelolaan modal kerja menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja.

Pada sisi lain, PBRX juga beranggapan bahwa posisi keuangan relatif terlindungi dari gejolak nilai tukar rupiah berkat mekanisme natural hedging.

“Untuk mata uang, kami memang banyak pakai dolar AS, karena penjualan ekspor menggunakan dolar AS. Tetapi pembelian bahan baku, sekitar 60 persen sampai 65 persen, juga menggunakan dolar AS. Jadi sebenarnya kita natural hedge,”ucapnya.

Untuk mendukung target pertumbuhan di 2026, PBRX juga telah menjajaki sejumlah pembeli baru di pasar internasional. Beberapa calon pelanggan telah memberikan komitmen awal, dengan nilai pesanan berkisar USD2 juta hingga USD3 juta.

Fitri menyampaikan, dampak positif restrukturisasi juga terlihat dari perbaikan neraca keuangan PBRX. Total liabilitas per 31 Desember 2025 bisa ditekan menjadi USD149,8 juta dari US$378,7 juta per 31 Desember 2204.

Ekuitas berhasil berbalik positif menjadi USD59,1 juta setelah pada 2024 masih mencatatkan defisiensi modal sebesar USD121,1 juta.

Lebih lanjut dia mengatakan, pencatatan keuntungan restrukturisasi sebagai bagian dari implementasi putusan homologasi yang efektif sejak 3 Januari 2025, turut mendukung penguatan posisi permodalan PBRX.

Keberhasilan restrukturisasi juga tercermin pada sejumlah rasio keuangan utama, seperti rasio lancar meningkat menjadi 341,2 persen pada 2025 dibandingkan 52,5 persen di 2024.

Sementara itu, rasio pinjaman bersih terhadap total aset membaik menjadi 34 persen dari sebelumnya 123,3 persen. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan likuiditas dan struktur keuangan yang lebih sehat sehingga memberikan landasan yang lebih kuat bagi perseroan untuk kembali bertumbuh.

RUPS hari ini juga menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar untuk menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Manajemen menegaskan, penyesuaian tersebut bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha utama perusahaan.

Check Also

Mayora Indah Catatkan Penjualan 2025 Sebesar Rp38,68 Triliun. Bagikan Dividen Rp60 Per Saham

MarketNews.id-PT Mayora Indah Tbk (MYOR), sebagai produsen makanan dan minuman olahan terus mencatat kinerja terbaiknya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *