Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / AKR Corporindo Tbk Siap Pecah Saham 1:5 Agar Terjangkau Investor Ritel

AKR Corporindo Tbk Siap Pecah Saham 1:5 Agar Terjangkau Investor Ritel

Marketnews.id Salah satu daya tarik investor untuk memilih saham sebagai alat investasi, diantaranya adalah jumlah saham yang diperdagangkan oleh emiten lebih dari 40 persen dari saham yang dicatatkan.

Dengan jumlah saham yang besar dicatatkan, otomatis saham tersebut akan likuid di pasar sekunder dan mudah untuk diperjual belikan.


PT AKR Corporindo Tbk, emiten produsen bahan kimia dasar, berencana untuk stocksplit atau memecah saham dengan perbandingan 1:5. Pemecahan saham ini akan berdampak pada penambahan jumlah saham tercatat, dari 4,014 miliar saham menjadi 20,073 miliar lembar saham. Harga nominal saham pun berubah dari Rp 100 per lembar jadi Rp20 per lembar saham.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5 yang diharapkan bisa meningkatkan likuiditas saham perseroan dan menambah jumlah investor AKRA.


Rencana aksi korporasi tersebut telah disampaikan oleh manajemen perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat yang ditandatangani Direktur dan Sekretaris Perusahaan AKRA, Suresh Vembu tertanggal 11 November 2021.


Berdasarkan keterangan manajemen AKRA, perseroan akan mengubah nilai nominal saham sebesar Rp100 per lembar menjadi Rp20 per lembar. Saat ini, jumlah saham AKRA sebanyak 4.014.694.920 lembar, sehingga pasca pelaksanaan stock split jumlahnya akan menjadi sebanyak 20.073.474.600 lembar.


Sebelum melakukan stock split atas saham biasa tersebut, manajemen AKRA terlebih dahulu akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) yang akan digelar di Jakarta, 20 Desember 2021.

Sementara, pengajuan permohonan pencatatan saham pasca stock split diharapkan bisa terlaksana pada 24 Desember 2021.


Adapun perdagangan saham dengan nilai nominal baru Rp20 per lembar bisa dilakukan paling lambat 30 hari sejak pelaksanaan RUPS atau paling lambat Januari 2022.

Perlu diketahui, pada penutupan perdagangan kemarin harga AKRA berada di level Rp4.410 per saham.
Manajemen AKRA mengungkapkan bahwa tujuan dari pelaksanaan stock split ini untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Melalui stock split harga saham AKRA akan menjadi lebih terjangkau, khususnya bagi para investor ritel. Sehingga, diharapkan bisa meningkatkan jumlah pemegang saham perseroan”, ujar manajemen AKRA.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *