Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Kuartal III Tahun Ini Puncak Penerbitan Surat Utang

Kuartal III Tahun Ini Puncak Penerbitan Surat Utang

Marketnews.id Obligasi, Sukuk atau Surat Utang lainnya masih jadi primadona buat dunia usaha meraih sumber pendanaan. Hingga akhir 2021 setidaknya ada 122 hingga 159 emisi obligasi yang akan di tawarkan kepada masyarakat. Hingga akhir kuartal pertama tahun ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sudah mendapat mandat untuk pemeringkatan surat utang dengan total nilai Rp45,37 triliun dari 39 perusahaan.

Membaiknya survai konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan beberapa survai yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), telah membawa harapan dunia usaha untuk kembali bangkit. Optimisme Pemerintah soal pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar lima persen tahun ini juga jadi pendukung optimisme apalagi bila program vaksinisasi berjalan sukses.

Pasar surat utang mulai bergairah kembali, dengan maraknya perusahaan akan menerbitkan surat utang di tahun 2021.

Terbaru, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menerima mandat pemeringkatan surat utang baru dengan total nilai Rp45,2 triliun dari 39 perusahaan.

Data itu disampaikan analis Pefindo, Niken Indriasih dalam paparan media secara daring, Senin (19/4/2021).

“Sampai dengan 15 April 2021, Pefindo menerima mandat pemeringkatan surat utang dengan total nilai Rp45,37 triliun dari 39 perusahaan. Surat utang itu akan diterbitkan dalam kurun satu tahun mendatang,” ungkap dia.

Ia merinci, industri keuangan masih memegang rekor terbanyak dari rencana penerbitan surat utang tersebut.

Jelasnya, perusahaan keuangan akan menerbitkan Rp12,1 triliun. Sedangkan ditempat kedua, sektor konstruksi dengan rencana nilai penerbitan sebesar Rp5,5 triliun dari 3 perusahaan.

Sedangkan, sepanjang kuartal I 2021, telah diterbitkan surat utang senilai Rp23,21 triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan kuartal I 2020 sebesar Rp20,021 triliun.

“Jadi memang sudah lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya,” kata dia.

Sementara itu, Ekonom Pefindo, Fikri C Permana menyatakan, penerbitan surat utang sepanjang tahun 2021 akan dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi nasional dan jumlah surat utang yang akan jatuh tempo tahun 2021.

“Kita harapkan utang jatuh tempo akan dibiayai dengan penerbitan surat utang,” kata dia.

Untuk diketahui, di kuartal I 2021 tercatat senilai Rp20,1 triliun surat utang jatuh tempo. Sedangkan di kuartal II 2021 senilai Rp34,25 triliun, kuartal III senilai Rp38,6 triliun dan Kuartal IV senilai Rp32,3 triliun yang jatuh tempo.

Mencermati obligasi yang akan jatuh tempo tahun ini sekitar Rp125 triliun, kuat dugaan perusahaan penerbit surat utang akan melakukan refinancing dengan menerbitkan surat utang baru. Artinya, puncak penerbitan surat utang yang akan jatuh pada kuartal ketiga tahun ini dapat menjadi kenyataan.

Check Also

BI : Cadangan Devisa RI Akhir April 2021 Naik Jadi USD138,8 Miliar

Marketnews.id Bank Indonesia (BI) hingga akhir April 2021 mencatat peningkatkan jumlah cadangan devisa negara menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *