Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Inarno: Bursa Efek Indonesia, Jadi Bursa Terbanyak Di Asean dalam Jumlah IPO

Inarno: Bursa Efek Indonesia, Jadi Bursa Terbanyak Di Asean dalam Jumlah IPO

Marketnews.id Disaat bursa mancanegara minim mencatatkan emiten baru di saat pendemi Covid-19 ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru kebanjiran calon emiten baru yang akan mencatatkan sahamnya. Hingga pertengahan September 2020 ini sudah 46 emiten baru tercatat di BEI.

Saat ini BEI menjadi bursa di Asia Tenggara yang mencatatkan aksi korporasi berupa penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO) terbanyak sepanjang tahun ini.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan bahwa digitalisasi berperan penting dalam merealisasikan kegiatan edukasi kepada calon emiten yang akan bergabung dalam daftar perusahaan terbuka. Dia menambahkan sejak awal tahun hingga kemarin, sudah ada 46 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI.

“Hal ini patut disyukuri karena Indonesia masih menjadi bursa dengan IPO terbanyak di ASEAN. Angka ini akan terus bertambah mengingat masih terdapat lima calon perusahaan yang sedang dalam proses melakukan penawaran umum,” ungkapnya dalam webinar bersama MNC Sekuritas pada Kamis (17/9/2020).


Disebutkannya hingga akhir Agustus 2020, BEI sudah menjalankan lebih dari 3.500 kegiatan edukasi secara online dengan jumlah hampir 800.000 orang. Hal ini dianggapnya tidak mungkin dilakukan dengan pertemuan fisik.

“Selama masa PSBB ini, BEI tidak menghentikan operasional maupun layanan ke publik termasuk kegiatan edukasi kepada calon investor apalagi calon emiten melalui pemanfaatan teknologi dan media digital,” sambungnya.

Sepanjang tahun ini melalui digital platform, peningkatan investor di pasar modal Indonesia tercatat naik 26 persen menjadi lebih dari 3,1 juta investor. Inovasi untuk kemajuan pasar modal Indonesia dianggap sebagai alasan pertumbuhan angka investor tersebut. 


“Sejak mengimplementasikan scripless trading di dua dekade yang lalu, Bursa Efek Indonesia sudah mengandalkan teknologi informasi untuk menyediakan layanan kebursaan yang prima bagi seluruh stakeholder sekarang bisa mengakses pasar modal secara digital melalui internet,” terangnya.

Lebih lanjut, Inarno mengatakan, pihaknya terus meningkatkan platform teknologi informasi untuk dapat meningkatkan literasi pasar modal dan perlindungan investor.

Pihaknya optimis dengan hal tersebut pasar modal Indonesia bisa bangkit seiring dengan langkah strategis yang dicanangkan oleh pemerintah dan otoritas di jasa keuangan dalam menangani dampak pandemi Covid-19.

Untuk memfasilitasi platform teknologi diatas, BEI berusaha meningkatkan literasi masyarakat tentang pasar modal diantaranya membuat IDX virtual trading. Dimana buat calon investor yang akan berinvestasi di pasar modal dapat belajar melakukan investasi secara virtual dengan simulasi investasi saham dengan harga yang sebenarnya. Cara di atas, merupakan salah satu upaya BEI untuk memberikan pendidikan buat investor pemula di pasar modal Indonesia.

Check Also

Pertamina Patra Niaga Berhasil Penuhi Kebutuhan Avtur Selama Musim Haji 2024.

MarketNews.id- Pertamina Patra Niaga berhasil penuhi kebutuhan penerbangan haji di 13 bandara yang melayani penerbangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *