MarketNews.id-Indonesia dinilai sudah memasuki era new normal, dengan stabilisasi harga minyak, nilai tukar stabil dan optimimisme masyarakat.
Di pasar modal, valuasi pasar saham Indonesia dinilai murah dan atraktif, peluang investasi terbuka lebar dan ORI030 jadi Primadona investor dengan imbal hasil kompetitif dan fleksibilitas tinggi.
Indonesia dinilai mulai memasuki fase new normal pada semester II 2026 yang ditandai dengan stabilisasi harga minyak, nilai tukar yang lebih terjaga, serta meningkatnya optimisme masyarakat.
ASEAN Economist UOB, Enrico Tanuwidjaja menegaskan, bahwa perang sudah empat bulan berlalu dimana pada fase ini optimisme masyarakat terlihat mulai kembali tinggi perilaku konsumsi dan investasi mulai kembali terjadi.
“Saat ini sudah mulai memasuki masa new normal dimana Bond inflow sudah masuk, BI menaikkan suku bunga, fiskal sedikit direalokasi. Semua langkah yang dilakukan membuahkan hasil,” kata Enrico dalam keterangannya, Jumat 17 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa saat ini investor asing mulai kembali masuk mencari yield di atas 6 persen yang dijamin negara. Bahkan BI Rate kemungkinan akan naik tiga kali lagi hingga akhir tahun 2026 menjadi 6,5 persen.
“Dengan kenaikan BI rate ini akan semakin membuat atraktif untuk berinvestasi di instrumen yang lebih aman. Apalagi ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen masih bagus karena di atas pertumbuhan rata-rata dunia,” ucapnya.
Di sisi lain Executive Director, Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Emillya Soesanto menyatakan bahwa valuasi pasar saham Indonesia disebut berada pada level yang sangat menarik.
Menurutnya, pasar obligasi ritel dengan imbal hasil obligasi 7 persen yakni ORI030 dengan tenor 6 tahun menjadi pilihan. ORI030 sangat cocok untuk profil investor konservatif.
“Saat ini merupakan kesempatan yang bagus untuk menambah portofolio kita karena imbal hasilnya bagus, keamanan terjamin,” ujar Emiliya.
Emillya menekankan, pentingnya menerapkan Risk First Approach melalui tiga prinsip utama, yaitu be prepared, diversify, dan be strategic. Investor tidak perlu menunggu kondisi pasar ideal karena volatilitas merupakan bagian dari siklus investasi.
Selain itu, membangun portofolio yang terdiversifikasi dinilai lebih penting daripada menebak arah pasar.
Sementara instrumen pendapatan tetap tetap relevan sebagai salah satu komponen strategis dalam menjaga ketahanan portofolio, ujarnya.
Diburunya saham Perbankan hari ini, menjadi salah satu sinyal investor asing sudah tergerak kembali untuk mengkoleksi saham Perbankan dan teknologi yang sejak kemarin di buru oleh investor asing.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal