Home / Otoritas / Bank Indonesia / BI: Pertahankan Suku Bunga Empat Persen Dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 4,8-5,8 Persen

BI: Pertahankan Suku Bunga Empat Persen Dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 4,8-5,8 Persen

Marketnews.id Bank Indonesia (BI), memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan 7 Days Reserve Repo Rate (BI-7 DRRR) sebesar empat persen. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan ekonomi makro nasional. Selain itu, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 mendatang akan tumbuh 4,8 persen hingga 5,8 persen.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7 DRRR ) sebesar 4 persen. Sementara itu suku bunga deposit facility tetap berada pada level 3,25 persen, dan untuk suku bunga lending facility stabil di level 4,75 persen.


Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, keputusan tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan ekonomi makro nasional. Salah satunya adalah demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingkat inflasi yang diperkirakan masih akan berada di level yang rendah. Kebijakan ini, juga untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang anjlok akibat dampak pandemi covid-19.


“Keputusan ini juga mempertimbangkan berbagai hal dan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak covid-19,” ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (17/9/2020).


Perry mengungkapkan, tingkat suku bunga BI-7 DRRR ini adalah yang terendah sejak tahun 2016. Rendahnya tingkat suku bunga ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya dalam rangka meminimalisasi dampak buruk covid-19.


Terkait dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Perry menegaskan bahwa BI telah menempuh berbagai kebijakan. Setidaknya ada tiga hal utama yang telah dilakukan BI untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pertama, menurunkan suku bunga acuan. Kedua, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dan Ketiga adalah dengan melakukan intervensi berupa pencairan quantitative easing demi mendorong kecukupan likuiditas perbankan.


“Bauran kebijakan ini semuanya kita arahkan demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Seperti kita lakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, kalau rupiah stabil kondisi usaha juga kondusif sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, kami juga melakukan ekspansi moneter berupa quantitative easing sejumlah 662,1 triliun,” Pungkasnya.

BI optimistis, pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 optimis akan membaik. Hal itu sesuai dengan perkiraan sejumlah lembaga survei internasional yang memproyeksikan perekonomian Indonesia akan bangkit.


Berdasarkan hasil asesmen dan juga pembahasan dengan DPR RI Komisi 11 belum lama ini, BI memasang target pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan akan berada di kisaran level 4,8-5,8 persen. Perkiraan ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan pemerintah yang ditargetkan 4,5 – 5,5 persen.

Demi mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN), BI komitmen untuk terus melanjutkan bauran kebijakan seperti stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Selain itu, BI juga akan memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi  stance  kebijakan moneter yang ditempuh.


Perry menambahkan, upaya lain yang akan ditempuh BI adalah memperpanjang periode ketentuan insentif pelonggaran GWM (Giro Wajib Minimum) rupiah sebesar 50 basis poin bagi bank yang menyalurkan kredit UMKM dan ekspor impor. BI juga akan memperpanjang periode kredit non UMKM sektor-sektor prioritas yang ditetapkan dalam program PEN dari 31 Desember 2020 menjadi sampai dengan 30 Juni 2021.


“Kita juga akan mendorong pengembangan instrumen pasar uang untuk mendukung pembiayaan korporasi dan UMKM sejalan dengan program PEN,” Perry menambahkan.


Check Also

Pembelian Suku Cadang Honda Motor Turun, Laba BOLT Anjlok 63 Persen

MarketNews.id PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), mengalami penurunan laba bersih sedalam 63,8 persen secara tahunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *