MarketNews.id-Akhir perdagangan pekan ini, IDXFINAN pimpin penguatan sektoral dengan kenaikan 2,34 persen dan jadi pendorong utama IHSG. Sementara Reli BBCA, BBRI dan BMRI menjadi motor penguat sektor keuangan berkat merket cap yang besar. Sedangkan IDX BASIC, IDXINDUST, IDXTECHNO Dan IDXENERGU ditutup melemah.
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE), memimpin penguatan sektoral pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 17 Juli 2026 setelah melonjak 2,34 persen. Kenaikan ini didukung oleh reli sejumlah saham big banks dan sekaligus mendorong Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup menguat 1,1% ke level 6.175.
Penguatan indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) didukung dominasi 63 saham yang menguat, sedangkan 13 saham melemah dan ada 23 saham tidak mengalami perubahan harga.
Selain ditopang penguatan saham di sektor keuangan, indeks tersebut juga memperoleh kontribusi besar dari kenaikan sejumlah saham perbankan berkapitalisasi pasar terbesar (big banks) di BEI.
Saham BBCA terpantau melonjak 4,02 persen ke level 6.475 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp790 triliun, sekaligus mempertahankan posisi sebagai emiten dengan market cap terbesar di BEI.
Saham BBRI tercatat melompat 3,85 persen ke posisi 2.970 dengan market cap Rp445 triliun, sedangkan BMRI meningkat 3,94 persen ke level 4.480 dengan market cap Rp413 triliun.
Besarnya kapitalisasi pasar ketiga emiten tersebut membuat kenaikan harga sahamnya memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan indeks sektor keuangan (IDXFINANCE), sekaligus menopang laju IHSG dalam melanjutkan pola bullish.
Secara persentase, saham sektor keuangan dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini dibukukan BACA (+17,5%) dan BBYB (12%).
Di luar sektor keuangan, indeks sektor barang konsumsi primer (IDXCYCLIC) menguat 0,8 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham ECII (+18%) dan KLIN (+9,4%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) juga ditutup di zona hijau setelah naik 0,67 persen, terutama terkatrol RSCH (+6,2%) dan KLBF (+5,6%).
Selanjutnya, indeks sektor properti (IDXPROPERT) meningkat 0,38 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham RBMS (+8,7%) dan TARA (+6,7%).
Indeks sektor barang konsumsi non-primer (IDXNONCYC) meningkat 0,27 persen, khususnya didukung dua saham yang mengalami auto-rejection atas (ARA), yakni AGAR (+25%) atau NANO (+10%).
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) turut ditutup di teritori positif dengan kenaikan 0,26 persen, terutama ditopang kenaikan KOKA (+27,5%) dan KBLV (+26,9%).
Sementara itu, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menguat 0,16 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham MIRA (+10%) atau ARA dan BPTR (+8,8%).
Di sisi lain, hanya empat sektor yang ditutup di zona merah. Indeks sektor energi (IDXENERGY) terkoreksi 0,11 persen, dengan penurunan paling dalam pada saham AIMS (-14,4%) dan RMKE (-10,5%).
Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) turun 0,25 persen, dengan koreksi paling dalam pada CASH (-7,2%) dan WGSH (-4,7%).
Tekanan lebih besar terjadi pada indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) yang merosot 0,45 persen, dengan penurunan paling dalam pada CTTH (-8,8%) dan FOLK (-6%).
Adapun pelemahan terdalam di antara 11 indeks sektoral dibukukan indeks sektor barang baku (IDXBASIC) yang di tutup melorot 0,5 persen, dengan koreksi paling tajam pada saham NICE (-8,8%) dan IFSH (-8,1%).
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal