MarketNews.id-Kebijakan Pemerintah terhadap ketentuan larangan ekspor bahan baku tertentu seperti konsentrat tembaga guna mendukung hilirisasi bersifat fleksibel. Bila terjadi force majeure, ketentuan ini bisa dikecualikan seperti yang terjadi di smelter milik PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Saat ini, Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk memberikan izin buat AMMN kembali dapat melakukan …
Read More »Alasan Presiden Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN : Disiplin Manajemen
MarketNews.id— Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden RI Prabowo Subiant…
Mayora Indah Catatkan Penjualan 2025 Sebesar Rp38,68 Triliun. Bagikan Dividen Rp60 Per Saham
MarketNews.id-PT Mayora Indah Tbk (MYOR), sebagai produsen makanan dan minuman olahan terus mencatat…
Kepemilikan Obligasi Pemerintah Oleh Investor Asing Dekati Titik Terendah Dalam 20 Tahun
MarketNews.id-Gempuran terhadap perekonomian Indonesia semakin masif yang dilakukan oleh investor fi…
Asuransi Astra Cari Agen Perubahan Dari Kampus
MarketNews.id— Rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan masih menjadi tantangan yang dihadapi…
Gerak Cepat Taspen, 99 Persen Perserta Pensiun Sudah Terima Gaji Ke 13 Di Hari Pertama Penyaluran
MarketNews.id- PT TASPEN (Persero), telah menyalurkan pembayaran Gaji Ketiga Belas Tahun 2026 kepada…
Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi. Ini Beberapa Kontroversi Saat Jadi Kepala BGN
MarketNews.id- Kejaksaan Agung (Kejagung), menetapkan Eks Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hin…
Danantara Raih Rating Triple B Dari Fitch Rating Buat MTN Global
MarketNews.id-Fitch Ratings menetapkan peringkat Tripel B untuk Obligasi Global MTN dan obligasi per…
Book Cabin Travel Fair 2026 Resmi Digelar Di Jakarta
MarketNews.id- Kebutuhan masyarakat untuk bepergian terus berkembang seperti berlibur, urusan bisnis…
Kejagung Geledah Kantor BGN, Diduga Kasus Tata Kelola Di Era Kepemimpinan Dadan Hindayana
MarketNews.id- Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti penggeledahan yang dilakukan K…
DPR Finalisasi UU Pengembangan Dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)
MarketNews.id- Pimpinan DPR RI bersama Komisi XI DPR RI, mengebut pembahasan finalisasi Undang-Undan…
Berita Terbaru
Pertamina Dorong Swasembada Energi Dan Ekonomi Hijau Lewat Ekosistem Sustainable Aviation Fuel
MarketNews.id-PT Pertamina (Persero) menegaskan, komitmennya untuk mendorong pengembangan bahan bakar pesawat terbang ramah lingkungan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pertamina juga mewujudkan Indonesia sebagai pusat pasokan bahan bakar penerbangan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Komitmen ini disampaikan oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono, saat menjadi pembicara …
Read More »Proyek Tol Japek Selatan Progres Kontruksi Capai 72,04 Persen
MarketNews.id-Proyek Tol Japek Selatan secara konstruksi telah mencapai 72,04 persen. Tol ini menghubungkan JORR Jatiasih hingga Tol Purbaleunyi Sadang. Dengan selesainya Tol Japek Selatan ini, diharapkan mempercepat waktu tempuh Jakarta- Bandung. Sementara manfaat utama Tol ini akan memperlancar arus logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Bekasi, Bogor, …
Read More »Laba FORE Tumbuh 41,94 Persen Di Kuartal III 2025 Jadi Rp60,11 Miliar
MarketNews.id-Sepanjang sembilan bulan pertama 2025 ini PT Fore Kopi Indonesia (FORE), catatkan penjualan sebesar Rp 1,04 Triliun naik 43,2 persen dengan laba bersih terkerek sebanyak 41,94 persen. Capai positif ini, juga didukung oleh peningkatan aset dan ekuitas. Total aset melonjak 64,6 persen menjadi Rp1,05 Triliun. Sementara ekuitas ikut naik tajam …
Read More »Laba Bersih ADHI Turun 93,62 Persen Jadi Rp4,42 Miliar Di Kuartal III 2025
MarketNews.id-Anjloknya pendapat usaha ADHI dalam sembilan bulan terakhir hingga 38,31 persen berpengaruh besar terhadap laba bersih yang diperoleh BUMN karya ini. Total asetpun ikut menyusut akibat turunnya kas dan setara kas dari Rp2,24 Triliun menjadi Rp1,46 Triliun. PT Adhi Karya Tbk (ADHI), mencatatkan penurunan signifikan pada capaian laba bersih yang …
Read More »Bukalapak (BUKA) Kembali Buyback Saham nya Di Bursa Dengan Anggaran Rp420,794 Miliar
MarketNews.id- Manajemen danpemegang saham utama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) telah sepakat untuk membeli kembali saham perseroan di pasar reguler dengan anggaran sebesar Rp 420,794 miliar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang. Upaya ini diambil untuk menjaga kestabilan antara fundamental perseroan dan fluktuasi kondisi pasar saat …
Read More »Anak Usaha IMPC Gandeng Perusahaan Jepang, Sulap Limbah Plastik Jadi Bahan Bangunan
MarketNews.id-Anak perusahaan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) menjalin kolaborasi dengan PT Marubeni Indonesia dan PT DNP Indonesia (DNP). Kolaborasi tersebut akan fokus pada pengolahan limbah plastik menjadi material bahan bangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Hasilnya juga diharapkan bisa menjangkau setiap lapisan masyarakat dan berkontribusi …
Read More »BEI Tetapkan Status UMA Untuk Saham DGNS, AKSI, HOMI, NIRO Dan SSTM
MarketNews.id-Sebagai pengawas perdagangan saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kembali memberikan status Unusual Market Activity (UMA) kepada lima saham lantaran pola transaksi yang tidak biasa untuk saham DGNS. Sementara saham AKSI, HOMI, NIRO dan SSTM karena terjadi peningkatan harga saham yang tidak biasa. Langkah ini dilakukan oleh BEI agar investor …
Read More »Indonesia SIPF Gelar Workshop Penerapan Strategi Anti Fraud Dan Keamanan Siber Buat Sekuritas Dan Bank Kustodian
MarketNews.id-PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI/ Indonesia SIPF), dengan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO), menyelenggarakan Workshop Profesional tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud dan Keamanan Siber terkait Perlindungan Aset Pemodal di Pasar Modal Indonesia yang berlangsung selama dua hari secara daring pada 22–23 Oktober 2025. …
Read More »BI : Kredit Tumbuh Tipis Di September 2025, Pelaku Usaha Masih Wait And See
MarketNews.id-Sikap pelaku usaha yang masih wait and see, optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi serta suku bunga kredit yang masih tinggi, jadi penyebab permintaan kredit belum kuat. Dampak dari kondisi di atas, tercermin dari fasilitas pinjaman yang belum dicairkan atau Undisbursed loan per September 2025 masih sebesar Rp 2.374,8 Triliun. Seperti …
Read More »
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal