MarketNews.id-Sepanjang tahun 2025 lalu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 10,68 Triliun. Dimana sebesar Rp2,55 Triliun dikeluarkan untuk pembayaran dividen atau buat pemegang saham sebesar Rp 290 per saham. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada …
Read More »Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU Di Medan Beroperasi Normal
MarketNews.id-PT Pertamina Patra Niaga memastikan, layanan penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Me…
Siapkan Haji 2027, Pemerintah Bakal Tingkatkan Layanan Jamaah Lebih Nyaman Dan Berkualitas
MarketNews.id– Pemerintah sudah mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 atau 1448…
BYD M6 DM : Seharian Bersama Teknologi Dual Mode
MarketNews.id- Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ketika membahas mobil plug-in hybrid …
RANS Dan PRDL Masih Terus Diburu Investor, Hingga Kembali Mentok ARA Hari Ini
MarketNews.id-Emiten baru yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), memang belumsebanyak tahun …
BEI Sempurnakan Metodologi Penentuan High Shareholding Concentration
MarketNews.id- Sebagai bagian dari reformasi transparansi pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indon…
Purbaya : Rasio Utang 40,54 Persen Tetap Aman Dengan Empat Strategis Fiskal
MarketNews.id-Naiknya rasio utang Pemerintah jadi 40,54 persen terhadap PDB, masih jauh dibawah bata…
FBI Bantu Usut Skandal Korupsi Febrie Adriansyah? Ini Alasan Polri Libatkan Kedubes AS
MarketNews.id- Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti keterlibatan Federal Bureau of…
Pefindo Pertahankan Peringkat “idA+” Buat RAJA Dengan Outlook Stabil
MarketNews.id-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), mempertahankan peringkat PT Rukun Raharja Tbk…
S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit RI Di Level BBB Dengan Prospek Stabil
MarketNews.id-Lembaga Rating Global S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia…
Kejatuhan Indeks Saham, Tertahan Penguatan Saham BREN 4,33 Persen
MarketNews.id-Hari ini perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung sangat dinamis. S…
Berita Terbaru
Qodari : Tingkat Kepuasan Publik Tinggi. Pemerintah Tidak Bepuas Diri
MarketNews.id– Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, mengapresiasi hasil sejumlah survei yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan hasil survei tersebut mencerminkan efektivitas berbagai program yang telah dijalankan pemerintah selama hampir dua tahun masa kepemimpinan Prabowo. Kendati demikian, ia menegaskan …
Read More »BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Purna Pekerja Migran Indonesia Di Cirebon
MarketNews.id- BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali melaksanakan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang ditujukan khusus bagi para pekerja migran Indonesia yang telah menyelesaikan masa kontrak kerjanya di luar negeri dan kembali ke tanah air. Kali ini, Program Pemberdayaan Purna PMI menyasar 60 (enam …
Read More »Magang Nasional Buka Jalan Lulusan Baru Hingga Disabilitas Masuk Dunia Kerja
MarketNews.id– Program Magang Nasional tak hanya menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja. Lebih dari itu, program ini mulai membuka peluang yang lebih inklusif dengan memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk membuktikan kemampuan mereka hingga akhirnya berhasil diterima bekerja. Kisah Rizky menjadi salah satu gambaran nyata dari hadirnya …
Read More »Presiden Turunkan Harga Gas Industri Demi Daya Saing Industri Dan Tekan Biaya Produksi
MarketNews.id- Pemerintah memutuskan menurunkan harga gas alam cair (LNG) untuk sektor industri menjadi USD 13 per MMBTU dari sebelumnya mencapai USD 20 hingga USD 23 per MMBTU. Kebijakan itu diambil atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjaga daya saing industri sekaligus menekan biaya produksi. Menteri Energi dan Sumber Daya …
Read More »ERAA Hadapi Tekanan Ganda, Bunga Naik, Rupiah Melemah
MarketNews.id-Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menekan hampir semua uniit bisnis PT Erajaaya Swasembada Tbk (ERAA), terutama yang masih bergantung dengan impor. Selain itu, BI rate yang lebih tinggi mengurangi likuiditas pasar, memaksa perusahaan lebih hati hati dalam mengelola inventory dan liability.Guna mengantisipasi risiko kerugian kurs perusahaan akan lakukan hedging, memperbesar …
Read More »Pemerintah Tempatkan Lagi Dana Rp 281 Triliun Ke Himbara Dorong Pertumbuhan Kredit
MarketNews.id— Pemerintah memutuskan kembali menempatkan dana kas sebesar Rp281 triliun di bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna menjaga likuiditas dan mendukung pertumbuhan kredit nasional. Penempatan dana tersebut direncanakan berlangsung hingga Desember 2026 dan merupakan bagian dari koordinasi pemerintah bersama anggota Komite Stabilitas Sistemnya Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas …
Read More »BEI Tetapkan Direksi Baru Dan Siap Lanjutkan Transformasi Pasar Modal Indonesia
MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 secara hybrid pada Senin 29 Juni 2026. RUPST 2026 BEI dihadiri oleh 90 Pemegang Saham atau 100% dari jumlah Pemegang Saham yang memiliki hak suara. Rapat menyetujui dan memutuskan 3 (tiga) agenda, yaitu 1) Persetujuan atas Laporan …
Read More »BPJS Kesehatan Geser Pelayanan Ke Berbasis Nilai Manfaat Buat Pasien
MarketNews.id- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengambil langkah agresif untuk merombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Tidak lagi sekadar menghitung kuantitas atau volume tindakan medis, otoritas penjamin kesehatan nasional ini resmi menggeser kiblatnya menuju pelayanan berbasis nilai manfaat atau value-based healthcare. Hal ini diungkapkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati …
Read More »Ashmore : Tekanan Belum Sepenuhnya Hilang, Tapi Kondisi Terburuk Kemungkinan Sudah Berlalu
MarketNews.id-Bursa saham Indonesia mengakhiri sesi perdagangan pekan terakhir Juni 2026, Jumat (26/6), dengan mencatatkan penurunan IHSG sebesar 1,72% ke level 5.896, atau 281 poin lebih rendah dibanding akhir pekan sebelumnya di posisi 6.177. Selain itu, investor asing mencatatkan arus keluar ekuitas sebesar USD162 juta dalam sepekan terakhir. Weekly Commentary PT Ashmore …
Read More »
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal