MarketNews.id-Hari ini perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung sangat dinamis. Saham Perbankan BBCA BMRI Dan BBRI kali ini alami gempuran dari investor yang berdampak pada tekanan terhadap IHSG.
Saham BREN menjadi penopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini.
Penguatan saham berkapitalisasi pasar terbesar kedua di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mampu menahan tekanan indeks agar tidak berbalik ke zona merah di saat BBCA, BBRI dan BMRI melemah.
Pada perdagangan hari ini, BREN sebagai pemilik market cap sebesar Rp450 triliun menjadi penopang utama yang menahan kejatuhan IHSG ke zona merah. Lantaran, saham dengan market cap terbesar kedua di BEI ini mampu menguat 4,33 persen ke level 3.370 di saat BBCA melorot 2,01 persen ke posisi 6.100.
Di antara saham Top 5 Market Cap, penurunan juga terjadi pada BBRI (-2,44%), BMRI (-2,12%) dan DCII terpantau tetap berada pada penutupan kemarin.
Namun demikian, hari ini IHSG masih bisa bertahan di teritori positif dengan penguatan tipis 0,03 persen ke level 6.039.
Pada pembukaan di sesi pagi, IHSG tercatat menguat 0,33 persen ke level 6.057, bahkan sempat menyentuh level tertinggi hari ini di posisi 6.095 atau setara dengan kenaikan 0,96 persen.
Sepanjang perdagangan, IHSG lebih dominan bermain di zona hijau pada rentang 6.002-6.095.
Selain BREN, kenaikan harga yang cukup signifikan sebagai penopang IHSG terjadi pada sejumlah saham konstituen indeks LQ45, seperti WIFI (+9,8%), UNTR (+6,18%), MEDC (+5,49%), INCO (+4,01%), HRTA (+3,95%) dan DEWA (+3,47%).
Sementara itu, lima anggota indeks LQ45 —selain BBCA, BBRI dan BMRI— yang menjadi penekan utama pergerakan IHSG di sepanjang perdagangan hari ini adalah PGEO (-3,35%), BRPT (-3,43%), AMMN (-3,17%) PGAS (-2,62%) dan BBNI (-1,7%).
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal