MarketNews.id-Komposisi pemegang saham perusahaan publik atau emiten, setiap bulannya wajib dilaporkan kepada penyelenggara bursa.
Manajemen LUCY mengakui terjadi kesalahan input data pada LBRE Maret 2026 yang membuat saham free Float turun dari 38,94 persen jadi 6,53 persen. Setelah koreksi dilakukan manajemen, posisi free Float LUCY per April 2026 naik jadi 13,34 persen.
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), mengaku bahwa telah terjadi kesalahan penginputan data yang menyebabkan porsi saham free float di Laporan Bulanan Registrasi Efek ( LBRE ) periode Maret 2026 menurun tajam dari sebelumnya 38,94 persen menjadi 6,53 persen.
Berdasarkan pengakuan manajemen LUCY dalam tanggapannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan penjelasan mengenai perubahan informasi free float perseroan, koreksi tersebut menambah perkembangan baru perihal struktur kepemilikan saham LUCY.
Seperti diketahui, pada 2 April 2026, BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) mengumumkan bahwa berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC) per 31 Maret 2026, saham LUCY dimiliki segelintir investor yang menguasai 95,47 persen total saham perseroan.
Dalam surat kepada BEI, manajemen LUCY menjelaskan bahwa telah terjadi kesalahan saat proses pengisian laporan bulanan.
“Terdapat kesalahan di saat pengiputan dalam pengisian laporan bulanan, disebabkan dalam sistem sudah terotomatis terisi. Sehingga, perseroan berasumsi sudah sesuai tanpa di evaluasi kembali.”
Emiten di bawah kendali PT Delta Wibawa ini menyampaikan, pihak yang masuk kategori afiliasi pengendali dengan kepemilikan di bawah 5 persen pada Maret 2026 terdiri dari Fasika Khaerul Zaman sebesar 0,58 persen, Aldi Imam Wibowo sebesar 0,32 persen dan Pratiwi Nugraheni sebesar 0,17 persen.
Manajemen LUCY menyebutkan, free float April 2026 meningkat menjadi 13,34 persen dibandingkan per Maret 2026 setelah koreksi dari sebelumnya 6,53 persen.
Peningkatan ini karena koreksi klasifikasi pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5 persen yang sebelumnya dimasukkan sebagai afiliasi pengendali, padahal nama-nama itu bukan bagian dari afiliasi pengendali.
Dalam rinciannya, Hartono Sukirya dengan kepemilikan 2,99 persen, Marrita Erhar sebesar 2,1 persen dan Nugrahaning Dyah Larasati sebesar 1,42 persen bukan pengendali maupun afiliasi pengendali.
Fasika Khaerul Zaman tetap tercatat sebagai afiliasi pengendali, sedangkan Aldi Imam Wibowo dan Pratiwi Nugraheni dikategorikan sebagai afiliasi pemegang saham utama.
Mengacu pada data BEI per 30 April 2026, terdapat pemegang saham LUCY lainnya dengan kepemilikan di atas 1 persen, yakni Refin Satrio (1,2%) dan Agung Purnomo (1,29%).
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal