MarketNews.id-PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), akan lakukan PUT PM-HMETD I dengan Obligadi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp3,26 Triliun lewat tawaran 32,586.939.366 OWK dengan nominal Rp10 per unit, dengan potensi dilusi kepemilikan mencapai 95,33 persen.
OWK ini tanpa bunga, dan dapat dikonversi 1:1 jadi saham biasa hingga Januari 2027 dan akan dicatatkan di BEI. Bila hingga batas akhir pemegang saham tidak melakukan konversi, maka otomatis konversi dilakukan.
Evolusi Energi Perkasa siap menyerap sisa OWK yang tidak diserap publik. Sebagian besar dana (86,93 persen) untuk akuisisi anak usaha, sisanya 13,07 persen buat modal kerja.
Berdasarkan keterangan resmi PACK yang diterbitkan di Jakarta pada akhir pekan pada Jum’at 2 Januari 2026, emiten yang dahulu bernama PT Solusi Kemasan Digital Tbk tersebut menawarkan sebanyak-banyaknya 32.586.939.356 OWK bernilai nominal Rp10 per unit.
Mengacu pada data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh PACK hanya 472.810.488 lembar. Dengan demikian, potensi dilusi kepemilikan bagi pemegang saham mencapai 95,33 persen.
Manajemen PACK menyampaikan, setiap pemegang lima saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu OWK seharga Rp100 per unit.
Pada aksi korporasi ini, PACK akan meraup dana dari investor mencapai maksimal Rp3,26 triliun atau tepatnya Rp3.258.693.935.600.
Patut diingat, OWK ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan PACK, baik yang sudah ada maupun yang akan ada di kemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang OWK.
Adapun OWK dalam PM-HMETD I ini diterbitkan tanpa bunga atau kupon dan dapat diperdagangkan, namun tidak dicatatkan di BEI.
Konversi dari OWK menjadi saham biasa dapat dilakukan sejak satu hari kerja setelah tanggal penerbitan hingga tiga hari kerja sebelum Tanggal Pelunasan Pokok OWK, yaitu pada 21 Januari 2027.
Ketentuannya, setiap satu OWK akan dikonversi menjadi satu saham baru. Saham baru yang diterbitkan sebagai hasil konversi OWK adalah saham biasa atas nama bernilai nominal Rp10 per saham.
Saham hasil konversi OWK akan dicatatkan di BEI. Pemegang OWK tidak melakukan pembayaran dalam bentuk apapun kepada PACK untuk melaksanakan konversi OWK menjadi saham biasa perseroan.
Jika sampai dengan Tanggal Akhir Konversi masih ada pemegang OWK yang belum mengajukan konversi, maka Biro Administrasi Efek (BAE) akan melakukan proses konversi secara otomatis.
Sebelumnya, PT Eco Energi Perkasa sebagai pemegang saham utama (47,16%) PACK menyampaikan bahwa pihaknya akan memperoleh 15.369.370.200 HMETD dan akan mengeksekusi seluruh haknya untuk membeli OWK yang ditawarkan. Jika OWK yang ditawarkan tidak seluruhnya diambil pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya.
Apabila setelah alokasi tersebut masih ada sisa HMETD yang belum dilaksanakan, maka Eco Energi Perkasa sebagai pembeli siaga akan mengambil OWK yang tersisa untuk keperluan pelunasan kewajiban pembayaran dengan jumlah maksimal 12.904.655.400 dari sisa unit OWK (Rp1,29 triliun atau setara USD77,03 juta).
Patut dicatat, cum HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 9 Januari 2026, sedangkan ex HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 12 Januari 2026.
Pendistribusian HMETD secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 14 Januari 2026, pencatatan HMETD di BEI pada 15 Januari 2026 dan periode perdagangan pada 15-22 Januari 2026.
Rencananya, sebesar 86,93 persen (Rp2,83 triliun) dari dana hasil PM-HEMTD I akan dialokasikan untuk penyaluran dana melalui penyetoran modal dan pemberian pinjaman kepada entitas anak, yaitu APR dan SCR untuk keperluan pembayaran pembelian saham pada KS dan KKU.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal