MarketNews.id-Golden Energy Mines (GEMS) mengalami penyusutan pendapatan usaha sedalam 2,04 persen secara tahunan menjadi USD2,012 miliar pada akhir September 2024.
Bila dirinci, nilai ekspor batubara melorot 5,3 persen secara tahunan menjadi USD1,336 miliar. Tapi penjualan batu bara ke pasar dalam negeri tumbuh 5,1 persen secara tahunan menjadi USD675,97 juta.
Menariknya, beban pokok penjualan turun 5,7 persen secara tahunan menjadi USD1,158 miliar. Sehingga laba kotor tumbuh 3,38 persen secara tahunan menjadi USD854,44 juta.
Walau beban usaha bengkak 0,31 persen secara tahunan menjadi USD320,7 juta. Tapi laba usaha tetap meningkat 5,12 persen secara tahunan menjadi USD533,73 juta.
Seirama, laba sebelum pajak tumbuh 4,9 persen secara tahunan menjadi USD531,34 juta.
Akhirnya, Presiden Direktur GEMS, Bonifasius melaporkan laba bersih senilai USD397,39 juta sepanjang 9 bulan 2024. Hasil itu tumbuh 2,84 persen dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat USD386,32 juta.
Alhasil, laba bersih per saham dasar diatribusikan kepada pemilik entitas induk terkerek ke level USD0,068 per lembar pada akhir September 2024. Sedangkan akhir September 2023 berada di level USD0,066 per helai.
Mengutip laporan keuangan GEMS kuartal III 2024 dengan penelaahan terbatas, Selasa 26 November 2024 tertera jumlah kewajiban USD551,85 juta.
Nilai kewajiban berkurang 14,9 persen dibanding akhir tahun 2023 yang terbilang USD648,93 juta.
Pada sisi lain, total ekuitas bertambah 1,96 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi USD676,03 juta pada akhir September 2024.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal