Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Laba PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) Anjlok 90,6 Persen Di September 2023

Laba PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) Anjlok 90,6 Persen Di September 2023

MarketNews.id Dalam dunia bisnis, turun atau naiknya kinerja usaha merupakan hal yang biasa alias wajar. Peningkatan kinerja usaha dapat diraih lantaran usaha internal untuk memperbesar produksi atau efisiensi. Begitu juga sebaliknya. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi kinerja usaha sebuah perusahaan.

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, alami penurunan laba bersih yang signifikan hingga lebih dari 90 persen dibanding bulan September tahun lalu.

Selama sembilan bulan pertama tahun ini, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) atau sebelumnya bernama PT Surya Esa Perkasa Tbk hanya mampu membukukan laba bersih Rp9,77 juta atau ambles 90,66 persen dibanding periode yang sama di 2022 sebesar USD104,64 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, Rabu 18 Oktober 2023 jumlah pendapatan ESSA untuk periode yang berakhir 30 September 2023 cuma senilai USD232,63 juta atau terperosok 58,24 persen dibanding periode yang sama di 2022 sebesar USD557,03 juta.

Di tengah penurunan signifikan pada pos pendapatan tersebut, selama sembilan bulan pertama tahun ini ESSA hanya bisa menekan beban pokok pendapatan sebesar 38,35 persen (y-o-y) menjadi USD184,26 juta. Sehingga, laba bruto di Kuartal III-2023 tercatat USD48,37 juta atau terpuruk 81,26 persen dibanding Kuartal III-2022 yang mencapai USD258,17 juta.

Berdasarkan siaran pers ESSA yang dilansir hari ini di Jakarta, penurunan pendapatan perseroan selama sembilan bulan pertama di 2023 terutama dipengaruhi oleh harga komoditas yang lebih rendah dan penghentian sementara pabrik amoniak pada Kuartal I-2023.

“Harga realisasi amoniak ESSA telah turun sebanyak 58 persen menjadi rata-rata USD 378/MT (y-o-y) pada 9M23 dibandingkan 9M22 yang dipicu oleh penurunan harga komoditas global yang dimulai pada awal 2023,” demikian disampaikan manajemen ESSA.

Per 30 September 2023, jumlah ekuitas ESSA tercatat USD543,55 juta atau meningkat 3,46 persen dibanding per 31 Desember 2022 yang senilai USD525,36 juta. Sedangkan, total liabilitas hingga akhir Kuartal I-2023 sebesar USD216,99 juta atau menurun 29,07 persen dari USD305,93 juta pada akhir Desember 2022.

Penurunan liabilitas ESSA tersebut disebabkan adanya pelunasan pinjaman bank oleh anak usaha, PT Panca Amara Utama. Saldo utang menurun dari USD268,7 juta menjadi USD183,0 juta. Pelunasan tersebut dikarenakan posisi kas Panca Amara Utama yang kuat, sehingga hal ini akan membantu ESSA dalam mengurangi beban bunga.

Corporate Secretary ESSA Shinta D. U. Siringoringo mengungkapkan posisi EBITDA dalam periode sembilan bulan 2023 juga mengalami penurunan sekitar 75% menjadi US$ 66,1 juta.
Adapun, penurunan pendapatan ESSA terutama akibat harga komoditas yang lebih rendah dan penghentian sementara Pabrik Amoniak untuk pemeliharaan terjadwal yang dilakukan pada kuartal I-2023.

“ESSA terus fokus pada pengurangan biaya yang dapat dikendalikan dan meningkatkan operasional yang handal,” kata Shinta dalam keterbukaan informasi, Rabu 18 Oktober 2023.

Shinta mengungkapkan, saat ini ESSA sedang melakukan studi kelayakan Tahap II untuk Blue Ammonia. Kata dia, produk ini dapat memainkan peran penting untuk masa depan proyek – proyek dekarbonisasi.

“ESSA tetap teguh untuk meningkatkan kehandalan manufaktur, kelestarian lingkungan, dan adaptasi terhadap kebutuhan industri yang terus berkembang,” tandas Shinta.

Check Also

Pertamina Patra Niaga Berhasil Penuhi Kebutuhan Avtur Selama Musim Haji 2024.

MarketNews.id- Pertamina Patra Niaga berhasil penuhi kebutuhan penerbangan haji di 13 bandara yang melayani penerbangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *