Home / Korporasi / BUMN / PT Timah Tbk (TINS) Raih Peningkatan Laba Bersih Hingga 301 Persen Lantaran Harga Jual Naik 48 Persen

PT Timah Tbk (TINS) Raih Peningkatan Laba Bersih Hingga 301 Persen Lantaran Harga Jual Naik 48 Persen

MarketNews.id PT Timah Tbk, salah satu BUMN yang mendapat imbas positif atas konflik Rusia- Ukraina yang berujung pada naiknya harga komoditas termasuk Timah yang diproduksi oleh TINS.

Meskipun dari sisi kapasitas produksi terjadi penurunan, tapi dari sisi harga jual terjadi peningkatan harga signifikan yang berdampak pada meningkatnya laba bersih perseroan sepanjang semester pertama tahun ini.

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) pada paruh kedua tahun ini akan terus menggenjot kinerja anak usaha dalam upaya menjaga pertumbuhan laba bersih Tahun Buku 2022.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani saat pelaksanaan Public Expose Live 2022, Rabu 14 September 2022.

Menurut Fina, pada Semester I-2022, TINS membukukan laba bersih mencapai Rp1,08 triliun atau melambung 301 persen (year-on-year).
“Untuk menjaga pertumbuhan kinerja, TINS memacu kinerja anak usaha. Kontribusi anak usaha di segmen non-pertimahan di 2022 diperkirakan meningkat menjadi 28 persen terhadap laba bersih konsolidasian perseroan,” ujar Fina.


Lebih jauh Fina menyampaikan, lonjakan laba bersih di Semester I-2022 tersebut ditopang raihan pendapatan selama enam bulan pertama tahun ini yang sebesar Rp7,48 triliun atau meningkat 27 persen (y-o-y). Sedangkan, laba operasi mengalami kenaikan 127 persen (y-o-y) menjadi Rp1,43 triliun.


Lebih lanjut dia mengungkapkan, kenaikan laba bersih di paruh pertama 2022 tersebut dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi global sebagai dampak dari meredanya kondisi pandemi Covid-19. Selain itu, lanjut Fina, karena membaiknya performa harga jual logam timah selama enam bulan pertama tahun ini, yakni rata-rata USD41.110/Mton.


Fina merincikan, TINS memproduksi bijih timah pada Semester I-2022 sebanyak 9.901 ton atau menurun 14 persen (y-o-y). Dari jumlah tersebut, sebesar 39 persen atau sebanyak 3.829 ton berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya berasal dari penambangan laut.

Sementara itu, lanjut dia, produksi logam timah di paruh pertama 2022 menurun 26 persen (y-o-y) menjadi 8.805 Mton. Adapun penjualan logam timah tercatat sebanyak 9.942 Mton atau menurun 21 persen (y-o-y). Namun, harga jual rata-rata logam timah di Semester I-2022 mencapai USD41.110 per Mton atau melonjak 48 persen (y-o-y).

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *