Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Penjualan Mobil Astra Group Tumbuh 23,37 Persen Di Semester I 2022

Penjualan Mobil Astra Group Tumbuh 23,37 Persen Di Semester I 2022

MarketNews.id Pelonggaran aktivitas masyarakat dan meningkatnya daya beli jadi salah satu pendorong naiknya penjualan mobil yang dikeluarkan oleh Astra Int Group. Naiknya harga BBM bisa jadi penghambat laju penjualan mobil kelompok Astra pada semester kedua tahun ini.

Meskipun begitu, kelompok ini masih menguasai penjualan mobil LCGC sebesar 73 persen dimana perkiraan penurunan terhadap daya beli mobil ini jadi relatif kecil. Justru sebaliknya, minat terhadap mobil LCGC diperkirakan akan semakin meningkat.


Sejalan dilonggarkannya PPKM dan peningkatan aktivitas pasca libur Lebaran 2022, berimbas pada penjualan mobil grup konglomerasi, PT Astra International Tbk (ASII) yang meningkat sepanjang Semester I/2022.


Adapun berdasarkan data Gaikindo, per semester I/2022, ASII mencatatkan penjualan total sebesar 258.849 unit naik 23,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 209.812 unit kendaraan.
Sementara dalam keterangan resmi Kamis 14 Juli 2022 Head of Corporate Communications ASII, Boy Kelana Soebroto berharap momentum pemulihan daya beli masyarakat pada sektor otomotif akan terus berlangsung, dan dapat memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi nasional.


Untuk, penjualan terbanyak tetap berasal dari merek Toyota dan Lexus sebanyak 150.015 unit kendaraan, dilanjut dengan merek Daihatsu sebanyak 90.343 unit kendaraan. Selain itu, penjualan merek Isuzu menempati posisi ketiga sebanyak 17.229 unit, penjualan UD Trucks sebanyak 989 unit, dan Peugeot sebanyak 273 unit. Dari sisi market share, ASII masih unggul dengan pangsa pasar mencapai 54 persen, dibandingkan dengan Semester I/2021 sebesar 53 persen.

Adapun, dari penjualan lini bisnis mobil LCGC , tercatat penjualan hingga Semester I/2022 sebesar 56.156 unit naik tipis 4,27 persen dibandingkan dengan 53.856 unit pada periode yang sama tahun lalu. Pangsa pasar LCGC ASII masih mendominasi dengan 73 persen per semester I/2022, sama dengan periode yang sama tahun lalu.


Sebelumnya, Head of Investor Relations ASII, Tira Ardianti menilai belum ada perubahan permintaan di sektor otomotif sebagai akibat situasi global. Indonesia dinilainya masih mampu bertahan. Namun demikian, perseroan akan selalu memperhatikan perkembangan ekonomi dalam dan luar negeri untuk menyesuaikan strategi bisnis, tidak hanya di sektor otomotif, tetapi pada bisnis-bisnis Grup Astra lainnya.


Sebagai informasi , tahun ini ASII menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) dalam rentang Rp 18 triliun-Rp 20 triliun untuk tahun 2022. Nilai tersebut hampir mendekati anggaran capex ASII sebelum pandemi Covid-19 bergulir.


Adapun, pada tahun 2019 silam, belanja modal ASII ada di kisaran Rp 21 triliun. Namun, selama pandemi, yang dimulai pada tahun 2020, capex ASII hanya Rp 8 triliun. Kemudian, capex ASII mulai naik menjadi Rp 9,2 triliun di tahun lalu.


Naiknya capex ini sejalan dengan geliat bisnis di Grup Astra, yang mana ketika kondisi masyarakat dan pandemi sudah terkendali menjadi endemi, pihaknya optimistis ekonomi Indonesia akan memberikan efek yang baik bagi Grup Astra.

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *