Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Indofood Sukses Makmur Tbk Raih peringkat idAA+ Dari Pefindo Buat Obligasi VII/2017 Senilai Rp 2 Triliun

Indofood Sukses Makmur Tbk Raih peringkat idAA+ Dari Pefindo Buat Obligasi VII/2017 Senilai Rp 2 Triliun

Marketnews.id Obligasi VIII/2017 PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) senilai Rp 2 triliun yang akan jatuh tempo pada 26 Mei 2022 mendatang mendapat peringkat idAA+. Emiten produsen makanan dan minuman serta mie instan ini telah menyiapkan dana untuk membayar obligasi yang akan jatuh tempo pada Mei mendatang. Atas kesiapan ini, Pefindo memberi peringkat idAA+.

Terbukti telah menyiapkan dana untuk membayar obligasi, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat idAA+ terhadap PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan Obligasi VIII /2017 senilai Rp 2 triliun yang akan jatuh tempo pada 26 Mei 2022.


Menurut Pefindo, perusahaan telah menyiapkan fasilitas kredit bank senilai Rp2 triliun untuk pembayaran obligasi yang jatuh tempo. Outlook untuk peringkat perusahaan adalah stabil.


“Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan obligor lain di Indonesia,” jelas Pefindo.


Adapun tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. Peringkat mencerminkan posisi pasar perusahaan yang sangat kuat di industri makanan kemasan.


“Kemudian portofolio usaha yang terdiversifikasi dengan baik, kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal, dan perlindungan arus kas yang kuat,” tambah Pefindo.


Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh persaingan yang ketat di industri. Peringkat dapat dinaikkan jika perusahaan mampu memperbaiki struktur permodalan dan perlindungan arus kas secara konsisten dan mempertahankan posisi bisnis yang kuat.


Hal ini tercermin dari rasio dana dari operasi (FFO) terhadap utang lebih dari 45% secara berkelanjutan.

Namun, peringkat dapat diturunkan jika perusahaan secara agresif mendanai ekspansi dengan utang yang lebih besar dibandingkan proyeksi, tanpa disertai kinerja bisnis yang lebih kuat.


Pefindo juga dapat menurunkan peringkat jika pandemik yang berkepanjangan, depresiasi Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang lebih tinggi daripada yang diantisipasi, dan tantangan pasokan bahan baku global secara signifikan.


“Sehingga mempengaruhi bisnis Perusahaan, khususnya kemampuan perusahaan untuk mengamankan pasokan bahan baku yang besar dan peralatan untuk belanja modal,” jelas Pefindo.


INDF memiliki empat bidang usaha strategis yakni produk konsumen bermerek (CBP) seperti mi instan, produk susu, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, dan minuman.

Selain itu, perseroan juga memiliki agribisnis seperti perkebunan, minyak, dan lemak nabati serta distribusi.


First Pacific Investment Management Limited merupakan pemegang saham utama perusahaan dengan kepemilikan saham sebesar 50,07% di akhir tahun 2021.

Check Also

Antisipasi Kebutuhan Idulfitri, Pertamina Tambah 7,36 Juta Tabung LPG 3 Kilo.

MarketNews.id Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, telah menambah pasokan LPG 3 kilogram …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *