Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Laba Bersih PT Astra Internasional Tbk (ASII) Sepanjang 2021 Naik 25 Persen Jadi Rp 20,2 Triliun

Laba Bersih PT Astra Internasional Tbk (ASII) Sepanjang 2021 Naik 25 Persen Jadi Rp 20,2 Triliun

Marketnews.id PT Astra Internasional Tbk (ASII), sepanjang tahun lalu berhasil meningkatkan kinerja usahanya. Pendapatan usaha dari grup meningkat 33 persen dari Rp 175 triliun di 2020 jadi Rp 233,5 triliun di 2021.

Meningkatnya pendapatan grup sebagian besar didorong dari peningkatan penjualan otomotif lantaran adanya insentif PPnBM. Selain itu, hasil penjualan Bank Permata juga memberikan andil besar dalam perolehan laba bersih perseroan menjadi Rp 20,2 triliun dari sebelumnya Rp 16,16 triliun di 2020.

Kinerja bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII) sepanjang tahun 2021 tercatat positif. Hal itu tercermin dari perolehan laba perseroan secara grup yang naik 25 persen menjadi Rp20,2 triliun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp16,16 triliun.

Menurut Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur ASII, kenaikanlaba bersih ini salah satunya ditopang oleh keuntungan yang diperoleh grup dalam penjualan sahamnya di PT Bank Permata Tbk (BNLI) pada tahun 2020. Sementara itu, pendapatan grup pada periode 2021 mencapai Rp233,5 triliun. Realisasi ini meningkat 33 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp175,04 triliun.


“Grup mencatatkan kinerja yang baik pada tahun 2021, terutama didorong oleh peningkatan penjualan di divisi otomotif, yang didukung oleh insentif pajak barang mewah sementara dari pemerintah, dan harga komoditas yang lebih tinggi,” ujar Djony dalam keterangannya, Selasa, 1 Maret 2022.


Sementara itu nilai aset bersih per saham per 31 Desember 2021 sebesar Rp4.250 atau meningkat 11 persen dibandingkan posisi pada 31 Desember 2020. Kemudian untuk kas bersih (tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup) mencapai Rp30,7 triliun.


Sedangkan utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup tercatat stabil sebesar Rp39,2 triliun. Laba per saham juga meningkat 25 persen menjadi Rp499 dari sebelumnya Rp399. Ditegaskannya bahwa kinerja positif ini diperoleh perusahaan karena dedikasi seluruh  stakeholder  khususnya para karyawan.


“Dengan posisi keuangan yang kuat, Grup akan terus fokus mencari peluang bisnis baru untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *