Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI Berharap UMKM Dapat Go Public Setelah Securities Crowdfunding

BEI Berharap UMKM Dapat Go Public Setelah Securities Crowdfunding

Marketnews.id Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama SRO yang lain terus berupaya agar dunia usaha memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan, khususnya buat pelaku usaha UMKM. Seperti diketahui saat ini ada sekitar 60 juta UMKM yang tidak dapat mengakses perbankan untuk mendapatkan permodalan. Pasar modal Indonesia lewat Securities Crowdfunding diharapkan bisa jadi alternatif pendanaan buat UMKM dan setelah berkembang dapat jadi emiten di BEI.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM ) yang telah melakukan penawaran Efek melalui mekanisme urun dana berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding) bisa berlanjut melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dan mencatatkan saham di Bursa.


Menurut Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Fithri Hadi, sejauh ini sebanyak 60 juta UMKM di Indonesia, sebagian besar tidak bisa mendapatkan akses permodalan dari perbankan. Sehingga, securities crowdfunding diharapkan bisa menjadi alternatif pendanaan bagi UMKM untuk mengembangkan kegiatan usaha.


“Setelah menghimpun dana melalui securities crowdfunding, UMKM bisa berpoduksi dan bertumbuh lebih besar. Maka, suatu saat tentunya akan menjadi emiten di BEI,” kata Fithri Hadi dalam acara kerja sama PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) dan Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (Aludi) di Jakarta, Selasa, 8 Pebruari 2022.


Dia mengungkapkan, keinginan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memberikan alternatif pembiayaan kepada UMKM tidak terlepas dari besarnya jumlah pelaku UMKM yang selama ini menjadi fundamental ekonomi nasional.


“Makroekonomi kita bergantung pada UMKM . Maka dengan securities crowdfunding, mereka tidak susah lagi mencari pendanaan,” ucap Fithri Hadi.
Fithri Hadi menyampaikan, BEI berupaya mendorong keberlanjutan tren penggalangan dana UMKM melalui securities crowdfunding.


“Hal ini agar demokratisasi ekonomi bisa tercipta dan kami yakini bisa membawa dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama IdScore, Yohanes Arts Abimanyu, menegaskan penawaran Efek melalui urun dana berbasis teknologi informasi menjadi solusi bagi UMKM dan startup untuk memperoleh pendanaan melalui pasar modal.


Bahkan, lanjut dia, kehadiran securities crowdfunding menciptakan instrumen baru bagi investor untuk mengoptimalkan potensi return, dengan risiko yang terukur. Pemanfaatan data kredit historis dalam ekosistem urun dana akan memperkuat mitigasi risiko bagi investor, karena profil penerbit Efek sudah diketahui sejak awal dan lebih pasti.


“Kami mendukung pengembangan industri pasar modal dalam pembiayaan UMKM dan startup guna memenuhi kebutuhan pendanaan yang selama ini mengandalkan perbankan atau venture capital,” ungkap Abimanyu.


Menurut dia, dukungan IdScore tersebut diwujudkan dalam bentuk penyediaan akses informasi perkreditan bagi penyelenggara securities crowdfunding anggota Aludi, agar bisa melakukan cek latar belakang penerbit melalui verifikasi credit score dan mendalami laporan kredit historis sebelum penawaran.


“Reputasi kredit para penerbit perlu diketahui secara lebih pasti, agar bisa meningkakan keyakinan investor dalam mengambil keputusan investasi,” ucap Abimanyu.


Lebih lanjut dia menjelaskan, produk informasi perkreditan yang diakses secara digital sangat cocok dengan sifat investasi securities crowdfunding yang juga sama-sama memanfaatkan platform teknologi informasi dalam prosesnya, karena sebagian besar basis investornya berasal dari kalangan milenial.


Pada kerja sama tersebut, ujar Abimanyu, IdScore memberikan program khusus bagi anggota Aludi, serta memberikan sosialisasi mengenai layanan dan manfaat informasi perkreditan sebagai bagian dari ekosistem urun dana maupun aspek mitigasi risiko.


“Kami berharap, ke depan, securities crowdfunding dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang menjanjikan, dengan risiko yang terukur dan bisa menarik minat investor. Penerbit Efek dari kalangan UMKM dan startup juga berpeluang untuk memperbesar skala usaha dan berkesempatan listing di BEI,” papar Abimanyu.

Check Also

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh Lebih Dari 5 Persen Di Tengah Gejolak Global

MarketNews.id– Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengguncang fondasi ekonomi global, mendorong harga minyak mentah. Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *