Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Akan Lunasi Seluruh Obligasi Rupiah Yang Jatuh Tempo Di 2022

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Akan Lunasi Seluruh Obligasi Rupiah Yang Jatuh Tempo Di 2022

Marketnews.id Likuiditas yang cukup menjadi dasar mengapa PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TOWR) akan melunasi seluruh utang obligasi Rupiah yang jatuh tempo tahun ini. Total obligasi yang jatuh tempo sebesar Rp 5,1 triliun dan akan dilunasi dengan menggunakan dana internal perseroan. Meskipun begitu, TOWR tetap akan menerbitkan obligasi berdonasi rupiah dalam tahun ini.

Emiten menara afiliasi Grup Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), bakal melunasi seluruh obligasi jatuh tempo berdenominasi rupiah menggunakan kas internal.

Seperti diketahui, perseroan memiliki sejumlah obligasi jatuh tempo pada 2022. Salah satunya, obligasi berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure tahap III tahun 2021 seri A senilai Rp1,89 triliun.

Menurut informasi, Semua bond rupiah akan lunasi menggunakan kas internal. Apabila ada penerbitan bond rupiah lagi. Penggunaannya adalah untuk refinancing pinjaman US$ .

Berdasarkan catatan, pada 2022, perseroan memiliki 4 obligasi jatuh tempo dengan total nilai Rp5,51 triliun. Dengan rincian obligasi jatuh tempo pada kuartal I/2022 sebesar Rp1,89 triliun, pada kuartal II/2022 sebesar Rp970 miliar, pada kuartal IV/2022 sebesar Rp1,2 triliun, dan pada kuartal IV/2022 sebesar Rp1,45 triliun.

Adapun, perseroan saat ini memiliki 3 obligasi berdenominasi dolar AS yang jatuh tempo pada 2025, 2026, dan 2027. Emiten bersandi TBIG ini belum ada rencana mengeluarkan obligasi berdenominasi dollar AS lagi.


Sementara itu, untuk pembayaran global bond tersebut, TBIG memilih bakal melakukan refinancing dengan menerbitkan obligasi baru berdenominasi rupiah. Hal ini guna mengurangi tekanan dari volatilitas nilai tukar rupiah di masa yang akan datang.

Emiten menara ini memiliki 37.983 penyewaan dan 20.049 site pada kuartal III/2021. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 19.938 menara telekomunikasi dan 111 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 37.872, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,90.

Selain itu, saldo kas perseroan telah mencapai Rp842 miliar, maka total pinjaman bersih  menjadi Rp26,3 triliun dan total pinjaman senior bersih menjadi Rp10,57 triliun.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *