Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Saham PT Dharma Polimetal Tbk Dicatatkan Jadi Emiten Ke 54 Di BEI

Saham PT Dharma Polimetal Tbk Dicatatkan Jadi Emiten Ke 54 Di BEI

Marketnews.id Saat awal booming pertama pasar modal Indonesia sekitar awal tahun 90 an, dapat membeli saham perdana merupakan suatu keberuntungan tersendiri. Pasalnya, hampir dipastikan begitu saham diperdagangkan di pasar sekunder, akan mengalami peningkatan harga yang otomatis pembeli saham di pasar perdana mendapat gain atau keuntungan.

Kini situasi seperti diatas tidak lagi terjadi. Para investor sudah lebih jeli melihat kapan saat membeli di pasar perdana dan kapan membeli di pasar sekunder.

Saat memulai transaksi perdana pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, harga saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) yang ditawarkan Rp500 per lembar langsung menguat ke posisi Rp545, meski akhirnya terperosok ke zona merah.


Setelah dibuka menguat, harga DRMA berbalik arah melemah sebesar 2 persen dari harga penawaran, yakni melorot ke posisi Rp490, dengan volume transaksi sebanyak 28,7 juta saham dan nilai transaksi mencapai Rp14,81 miliar. Adapun harga tertinggi yang sempat disentuh DRMA berada di level Rp550 per saham.


Saat pelaksanaan IPO, perusahaan manufaktur komponen kendaraan bermotor ini menawarkan saham ke publik sebanyak 705.882.300 lembar bernilai nominal Rp100 per lembar atau sebesar 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.


Dengan harga penawaran saham yang sebesar Rp500 per lembar, maka emiten ke-54 di 2021 ini mampu meraup dana dari masyarakat sebesar Rp352,94 miliar.

Pada pelaksanaan aksi korporasi ini, manajemen DRMA menunjuk PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.

Dana hasil IPO rencananya setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja sebesar 70 persen, sedangkan sebesar 16 persen untuk menambah modal ke anak usaha, sebesar 9 persen akan digunakan untuk penambahan kepemilikan DRMA pada PT Dharma Poliplast dan sisanya untuk modal kerja perseroan.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *