Home / Otoritas / Bank Indonesia / Bank Dunia : Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Capai 5,2 Persen Di 2022 Bila Pendemi Covid-19 Dapat Diatasi

Bank Dunia : Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Capai 5,2 Persen Di 2022 Bila Pendemi Covid-19 Dapat Diatasi

Marketnews.id Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia di 2022 mendatang akan alami pertumbuhan sekitar 5,2 persen. Angka ini dapat dicapai bila pendemi Covid-19 dapat dikendalikan seperti Pemerintah mengendalikan varian Delta pertengahan tahun ini. Meskipun begitu, Bank Dunia tetap memberikan catatan kritis apa yang sudah terjadi pada setahun terakhir.

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,7% pada 2021 dan 5,2% pada 2022. Itu dengan catatan Indonesia tidak kembali mengalami gelombang COVID-19 yang parah.


Perekonomian Indonesia terus mengalami pemulihan pada tahun 2021, walaupun adanya perlambatan akibat gelombang Delta COVID-19 antara bulan Juni hingga Agustus 2021. Pertumbuhan melambat menjadi 3,5% yoy pada Q3 2021 setelah mengalami percepatan sebesar 7,1% pada Q2 2021.


“Kegiatan ekspor dan manufaktur tetap relatif terjaga, sementara konsumsi dan investasi masih teredam,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen dalam peluncuran Indonesia Economic Prospects (IEP) secara virtual, Kamis, 16 Desember 2021.


Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Habib Rab, dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa pasar kerja tidak terlalu terdampak seperti pada tahun 2020, tetapi masih pada tingkatan lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Angka pengangguran tidak mengalami peningkatan yang signifikan selama berlangsungnya gelombang Delta, namun tetap lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum pandemi.
“Sementara angka partisipasi kerja tetap stabil,” ujar Habib.


Kendati mengalami penurunan sejak pertengahan tahun 2020, hilangnya pendapatan tenaga kerja masih terus berlangsung, termasuk pada 40% kelompok rumah tangga dengan pendapatan terendah.

Simulasi Bank Dunia menunjukkan bahwa perluasan program bantuan sosial pemerintah yang dijalankan secara sukses memiliki potensi untuk memitigasi risiko meningkatnya angka kemiskinan.


“Fleksibilitas anggaran, pemulihan pendapatan pajak, dan kondisi keuangan yang kondusif memungkinkan pihak-pihak berwenang untuk secara cepat merespon gelombang Delta,” jelas Habib.


Pemerintah meningkatkan paket fiskal COVID pada tahun 2021 sebesar 0,3% menjadi 4,8% dari PDB tahun 2020 serta memfokuskan pada respon di sektor kesehatan dan bantuan sosial.

Pengumpulan pajak mulai mengalami pemulihan, akan tetapi rasio pajak terhadap PDB pada bulan September 2021 masih berada pada 2,7% di bawah angka sebelum pandemi disebabkan oleh lemahnya pendapatan tenaga kerja dan perusahaan.


“Peningkatan kepemilikan Bank Indonesia, bank komersial, serta investor domestik lainnya atas utang mata uang lokal pemerintah berhasil membantu memenuhi meningkatnya kebutuhan keuangan pemerintah,” papar Habbib.


“Perekonomian diproyeksikan mengalami pemulihan sebesar 3,7% pada tahun 2021. Angka ini diharapkan meningkat menjadi 5,2% pada tahun 2022 jika Indonesia tidak kembali mengalami gelombang COVID-19 yang parah,” tegas Habib.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *