Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Investor Asing Borong Saham Hingga Rp2,41 Triliun Buat Indeks Terkerek Naik 4,06 Persen

Investor Asing Borong Saham Hingga Rp2,41 Triliun Buat Indeks Terkerek Naik 4,06 Persen

Marketnews.id Maraknya perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan terakhir ini, masih lanjutan dari maraknya perdagangan saham pekan sebelumnya. Bullish kecil pekan lalu berlanjut hingga akhir pekan ini dengan indeks saham meningkat signifikan. Mampukah Indeks terus bergerak positif pekan depan sejalan dengan meningkatnya harga beberapa komoditas seperti batubara, gas dan minyak.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks komposit ditutup naik 1,02 persen menjadi 6.481 pada akhir perdagangan Jumat, 8 Oktober2021. Sepekan terakhir, IHSG terapresiasi 4,06 persen.

Pada perdagangan hari ini sebanyak 299 saham menguat, 209 saham melemah, dan 152 saham stagnan.Frekuensi perdagangan sebanyak 1,44 juta dengan nilai turnover Rp15,51 triliun. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat Rp7.976,94 triliun.

Nilai beli investor asing di seluruh pasar mencapai Rp2,41 triliun. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menjadi salah satu saham yang paling banyak dibeli investor asing senilai Rp518,12 miliar. Harga BBRI pun menguat 0,97 persen menjadi Rp4.160.

Selanjutnya saham PT Bank Central Asia Tbk. juga banyak dibeli asing senilai Rp540,60 miliar dan harga BBCA menguat 1,82 persen menjadi Rp36.450.

Sementara itu, saham Sriwahana Adityakarta Tbk. (SWAT) masuk dalam jejeran top gainers dengan kenaikan harga 34,78 persen menjadi Rp155.

Saham PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) juga tak ketinggalan dengan kenaikan harga 15,09 persen menjadi Rp3.890.

Maraknya perdagangan saham dalam pekan sudah diprediksi oleh banyak analis. Membaiknya pengendalian pendemi Covid-19 telah membuka harapan dunia usaha kembali ekspansi diikuti oleh mobiltas masyarakat yang semakin leluasa membuat optimisme juga meningkat.

Meningkatnya beberapa harga komoditas utama seperti batubara, minyak dan gas ikut mendorong optimisme masyarakat untuk berinvestasi termasuk investasi di pasar modal.

Harapannya, Faktor-faktor tersebut akan meningkatkan optimisme pelaku pasar dan mendorong IHSG mencetak rekor tertingginya pada tahun ini yaitu di atas level 6.441 pada Oktober ini.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *