Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Summarecon Agung Tbk Tidak Bagikan Dividen. Laba Yang Diraih Disimpan Sebagai Laba Ditahan

PT Summarecon Agung Tbk Tidak Bagikan Dividen. Laba Yang Diraih Disimpan Sebagai Laba Ditahan

Marketnews.id Meskipun berhasil meraih laba bersih hingga Rp 232 miliar, PT Summarecon Agung Tbk dalam tahun buku 2020 memutuskan untuk tidak membagikan dividen buat pemegang saham perseroan. Seluruh keuntungan yang didapat tahun lalu, akan digunakan sebagai dana cadangan dan laba ditahan. Kebijakan ini mengisyaratkan perseroan masih melihat prospek usaha ke depan masih penuh tantangan terkait dengan pendemi Covid-19.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyetujui laba bersih Tahun Buku 2020 akan dialokasikan sebagai laba ditahan dan dana cadangan perseroan.


Menurut Presiden Direktur SMRA, Adrianto P Adhi, pada pelaksanaan Public Expose di Jakarta, Selasa 24 Agustus 2021. Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp232,41 miliar. Pada RUPST hari ini pemegang saham menyetujui sebesar Rp2,32 miliar dari laba bersih ditetapkan sebagai dana cadangan.
Sementara itu, Rp230,09 miliar dari laba bersih 2020 akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk keperluan modal kerja SMRA. Sehingga, pada RUPST 2021 ini perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.


Selain itu, RUPST juga menyetujui rencana pengalihan dan/atau penjaminan aset perseroan melebihi 50 persen dari kekayaan bersih SMRA dalam satu tahun buku, baik dalam satu transaksi atau beberapa transaksi secara kumulatif.

Pengalihan dan/atau penjaminan aset ini dalam rangka perolehan pendanaan dari perbankan maupun nonbank dan masyarakat melalui Efek selain Efek Bersifat Ekuitas.


Pada pemaparannya, Adrianto mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada kinerja hampir seluruh bidang usaha di dunia, termasuk Indonesia, yang tidak terkecuali sektor properti yang terjadi pada 2020 dan 2021. “Turunnya daya beli masyarakat, ini yang sangat terasa sekali bagi kami,” ujarnya.


Namun, katanya , kekuatan brand Summarecon, penerapan strategi dan tata kelola perusahaan yang baik, inovasi dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk maupun komitmen kepada pelanggan, maka sepanjang 2020 SMRA berhasil membukukan marketing sales Rp3,3 triliun atau lebih besar dari target (revisi) Rp2,5 triliun.


Dia mengatakan, penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 bisa tertanggulangi secara baik oleh SMRA melalui penawaran berbasis digital dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah.


“Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui berbagai kebijakan dan stimulus, industri properti Indonesia semakin optimistis dan diproyeksikan terus berkembang. Ini akan mendorong pulihnya perekonomian nasional, sejalan dengan program percepatan vaksinasi demi segera tercapainya herd immunity,” papar Adrianto.


Pada RUPST 2021 hari ini, kata Adrianto, SMRA juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi dengan susunan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Soetjipto Nagaria
Komisaris: Harto Djojo Nagaria
Komisaris Independen: Edi Darnadi, Lexy Arie Tumiwa dan Ge Lilies Yamin.


Direksi
Presiden Direktur: Adrianto P Adhi
Direktur: Liliawati Rahardjo, Soegianto Nagaria, Herman Nagaria, Sharif Benyamin, Lidya Tjio, Nanik Widjaja, dan Jason Lim.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *