Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Siap Jual 3,79 Miliar Saham Baru Senilai Rp 14,48 Triliun

Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Siap Jual 3,79 Miliar Saham Baru Senilai Rp 14,48 Triliun

Marketnews.id Buat perusahaan publik bereputasi baik, meraih permodalan guna ekspansi usaha relatif mudah di dapat dibandingkan bukan perusahaan publik. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), guna keperluan ekspansi anak usahanya, telah mendapat persetujuan untuk melakukan penawaran terbatas atas 3,79 miliar lembar saham kepada publik. Hasil penawaran terbatas ini, perseroan meraih dana sekitar Rp 15,48 triliun yang akan digunakan untuk ekspansi usaha anak usaha perseroan.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), berencana menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Berdasarkan hasil RUPST beberapa waktu lalu, perseroan akan menerbitkan sebanyak 3,79 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp200 per saham.


Mengacu pada keterbukaan informasi publik BEI, setiap pemegang 47 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 1 September 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas sebanyak 10 saham HMETD. Untuk setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp4.082 yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.


“Estimasi jumlah dana yang akan diterima oleh Perseroan dalam PUT (Penawaran Umum Terbatas) III ini adalah sebesar Rp15,48 triliun,” demikian keterangan manajemen, Selasa, 24 Agustus 2021.


Adapun jumlah saham yang ditawarkan dalam PUT III dengan cara penerbitan HMETD ini adalah jumlah maksimum saham yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan pada Bursa Efek.


Dana segar yang didapat dari aksi korporasi ini rencananya akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru berupa komplek petrokimia terintegrasi oleh entitas anak Perseroan. Pabrik-pabrik yang akan dibangun tersebut antara lain terdiri dari pabrik naphta cracker, pabrik polymer serta fasilitas dan utilitas terkait untuk menunjang operasional pabrik di antaranya seperti power supply, boiler, water treatment, jetty dan tangki penyimpanan.


“Hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk memperluas kapasitas produksi dan skala usaha dalam melayani kebutuhan pasar Indonesia,” tulis manajemen.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *