Home / Corporate Action / Penjualan Mobil Naik Signifikan Di Semester I 2021. Dampak PPnBM DTP

Penjualan Mobil Naik Signifikan Di Semester I 2021. Dampak PPnBM DTP

Marketnews.id Sesuai perkiraan sebelumnya, perpanjangan kebijakan relaksasi PPnBM DTP berdampak positif buat penjualan mobil baru. Hingga akhir Juni 2021, penjualan mobil peserta PPnBM DPT dibawah 1.500 CC tercatat 138 ribu unit mengalami peningkatan sebesar 31,34 persen.

Penjualan mobil peserta relaksasi pajak otomotif berupa pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) mencapai 167.774 unit pada periode Januari-Juni 2021.


“Berdasarkan hasil evaluasi kami, secara perlahan kebijakan relaksasi PPnBM DTP mulai meningkatkan penjualan jenis kendaraan bermotor yang ditetapkan untuk mendapatkan relaksasi PPnBM DTP,” kata Menperin saat menghadiri Investor Daily Summit secara virtual di Jakarta, Rabu.


Hal tersebut diyakini akan berdampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki efek berantai yang cukup luas bagi sektor industri lainnya sehingga pada akhir tahun akan mampu mendongkrak perekonomian nasional.


Sampai akhir Juni 2021, penjualan mobil peserta PPnBM DTP di bawah 1.500 cc tercatat 138 ribu unit atau meningkat sebesar 31,34 persen dibandingkan periode sama 2020 yang angkanya 105 ribu unit.


“Proyeksi penjualan mobil peserta PPnBM DTP kurang dari 1.500 cc pada periode Juni sampai dengan Agustus 2021 akan mampu mencapai 158 ribu unit,” ujar Menperin.


Sementara itu, penjualan mobil peserta PPnBM DTP dengan kategori lebih dari 1.500 cc tercatat 29.123 unit atau meningkat 38,02 persen dibandingkan periode sama 2020 yang 21.071 unit.


Secara keseluruhan, kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat (KBM R4) atau lebih periode Januari sampai dengan Mei 2021 tercatat 413 ribu unit dan penjualan (wholesales) sebesar 320 ribu unit.


Dalam rangka mendorong penjualan kendaraan bermotor produksi dalam negeri, pemerintah memperpanjang relaksasi PPnBM-DTP sampai dengan 31 Desember 2021 untuk KBM R4 dengan kapasitas mesin sampai 2.500 cc.

Harapan dari kebijakan ini tentunya masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan ini agar industri otomotif nasional kembali bangkit seperti sebelum terjadi pendemi.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *