Marketnews.is Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk mendapat tugas tambahan mempercepat proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sumsel 8. Proyek ini direncanakan beroperasi pada kuartal pertama 2022.
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), berkomitmen untuk mempercepat proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU ) tambang terbesar di Indonesia, yaitu PLTU Sumsel 8.
PLTU berkapasitas 1.200 megawatt (Mw) itu diklaim paling efisien yang pernah dibangun oleh perseroan. Ditargerkan proyek ini bisa commercial operation date pada kuartal pertama 2022.
Dirut PTBA, Arviyan Arifin, menjelaskan proyek tersebut sudah mencapai 70 persen konstruksi per Januari 2021. Diharapkan dengan beroperasinya proyek ini, kebutuhan listrik bisa dicukupi.
“Kita targetkan siap beroperasi komersial untuk unit 1 pada Desember tahun ini, dan unit-2 pada Maret 2022,” ujar Arifin dalam peringatan HUT PTBA ke-40 secara virtual, di Jakarta, Selasa (2/3).
Proyek strategis lain yang juga akan digenjot perseroan pada tahun ini adalah proyek gasifikasi batubara menjadi DME (Dimethyl Ether). Pabrik gasifikasi yang akan berada di Kawasan Industri Tanjung Enim (Bukit Asam Coal Based Industrial Estate/BACBIE) itu sudah memasuki tahap penandatanganan perjanjian kerja sama antara PTBA, Pertamina dan Air Products Chemical Inc pada 11 Februari 2021.
Dengan kemampuan menghasilkan DME, maka devisa negara bisa lebih dihemat. Proyek gasifikasi batubara ini ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional dan ditandatangani Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
“Ini tinggal menghitung waktu agar pabrik bisa berjalan dan menghasilkan produk Dymethil Ether yang bisa menjadi produk substitusi LPG, yang impornya kian bertambah setiap tahunnya,” kata Arifin.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal