Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Kapan Waktu Yang Tepat Mulai Lakukan Investasi

Kapan Waktu Yang Tepat Mulai Lakukan Investasi

Marketnews.id Banyak cara, beragam instrumen, dan banyak jalan untuk melakukan investasi sebagai sumber pendapatan utama atau tambahan. Persoalannya, kapankah waktu yang tepat untuk melakukan investasi, persyaratan apa saja yang harus dipenuhi dan apa risiko yang akan dihadapi.

Perencana keuangan dari aplikasi Finansialku, Rista Zwestika menilai, sebesar 70 persen kekhawatiran setiap individu ada pada masalah keuangan, sehingga solusi jangka panjang yang paling tepat untuk menekan kekhawatiran tersebut adalah memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal ataupun Dana Pensiun Lembaga Keuangan ( DPLK ).

Menurut Rista, jumlah pengeluaran yang lebih besar ketimbang pendapatan menjadi pemicu utama bagi munculnya kekhawatiran masalah keuangan individu dan rumah tangga. Bahkan, jumlah pendapatan yang seimbang dengan besaran nilai pengeluaran juga bisa menciptakan kekhawatiran pada persoalan keuangan.


“Masalah keuangan bisa timbul dari penggunaan credit card untuk pembelian barang konsumtif atau memiliki kebiasan rutin ‘ngopi cantik’. Jumlah pendapatan dan pengeluaran yang seimbang bisa menyusahkan diri sendiri, karena ada masa depan,” kata Rista saat diskusi webinar bertajuk “Gimana Ntar vs Ntar Gimana” dalam acara FestiFund 2020 yang digelar PT Indo Premier Sekuritas di Jakarta, Sabtu (3/10).


Guna memperoleh pendapatan yang lebih besar daripada pengeluaran, ujar Rista, bisa dilakukan dengan menekan jumlah pengeluaran dan menambahkan income di luar sumber pendapatan utama.

“Menambah income bisa dilakukan dengan berusaha naik level di tempat bekerja, ini solusi vertikal. Sedangkan, solusi horizontal dengan membuka diri terhadap setiap tawaran bisnis dari teman, misalnya saat reuni,” ucapnya.


Namun, lanjut Rista, pada umumnya setiap orang yang mengalami pertambahan income akan diikuti oleh pengeluaran yang bertambah pula. Maka, pada fase ini perlu dilakukan pembenahan tujuan keuangan. “Agar, kehidupan kita tidak berputar-putar di situ saja, karena pengeluaran yang setara dengan jumlah pendapatan,” imbuh Rista.


Dengan demikian, jelas dia, perlu menerapkan strategi pencapaian tujuan kehidupan yang sesuai dengan tujuan keuangan. Pertama, menciptakan keuangan yang aman, seperti mengatur cash flow, menyiapkan dana darurat dan melunasi seluruh utang konsumtif, serta menerapkan manjemen risiko. “Strategi ini merupakan fondasi perencanaan keuangan,” kata Rista.


Strategi kedua, menciptakan tingkat kenyamanan keuangan dengan mengalokasikan dana untuk berinvestasi dan menyiapkan dana pensiun. “Ketiga, mendistribusikan kekayaan untuk diwariskan kepada keluarga,” ungkap Rista.


Setelah membenahi cash flow, lanjut Rista, perencanaan keuangan untuk masa depan harus dilakukan dengan berinvestasi. Untuk jangka pendek selama satu tahun atau fase menjaga likuiditas bisa dengan menempatkan di tabungan, deposito atau reksa dana pasar uang yang memiliki capital gain sekitar 3-6 persen.


Untuk jangka menengah 1-5 tahun harus mengupayakan pertumbuhan modal dengan capital gain berkisar 6-12 persen pada instrumen reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, saham atau DPLK .

Sedangkan untuk jangka panjang yang lebih dari lima tahun, berupaya melanjutkan pertumbuhan modal sekitar 12-20 persen.
“Produk investasi untuk jangka panjang atau lebih dari lima tahun, kita bisa menempatkannya di reksa dana campuran, reksa dana saham, saham dan DPLK .

Solusinya, mulai kendalikan uang dan jangan sebaliknya. Bisa dimulai dengan financial health check up, amankan keuangan dengan cash flow positif, siapkan tujuan keuangan dan ubah wacana jadi rencana,” papar Rista.

Check Also

Pembelian Suku Cadang Honda Motor Turun, Laba BOLT Anjlok 63 Persen

MarketNews.id PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), mengalami penurunan laba bersih sedalam 63,8 persen secara tahunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *