Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Waran Terstruktur Segera Hadir Jadi Instrumen Investasi Baru Di BEI

Waran Terstruktur Segera Hadir Jadi Instrumen Investasi Baru Di BEI

Marketnews.id Pilihan investasi berbasis saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin beragam. Waran terstruktur salah satu varian investasi yang akan mempermudah investor melakukan investasi di pasar modal.

Seperti diketahui, selama ini investasi saham di pasar modal Indonesia baru sebatas pada saham yang dikeluarkan oleh emiten. Selain itu, investor juga dapat membeli saham dalam bentuk gabungan yang dikelola oleh manajer investasi, yang dikenal dengan Reksadana.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini, instrumen investasi waran terstruktur bisa diterbitkan pada Semester I-2020, lantaran sistem transaksi sudah siap dan setidaknya sudah ada lima lembaga keuangan yang menyatakan kesiapannya untuk menerbitkan produk derivatif tersebut.


“Memang kami berharap dan yakin structured warrant bisa terbit semester pertama tahun ini. Sistem (transaksi) kami sudah ready semua,” kata Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Ignatius Denny dalam acara “Edukasi Wartawan Pasar Modal” di Gedung BEI Jakarta, Jumat (14/2).


Lebih jauh Denny menyebutkan, waran terstruktur akan segera terbit usai pengesahan Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang Waran Terstruktur. “Saat ini sudah ada lima lembaga keuangan yang ready. Yang paling siap ada satu lembaga keuangan, sekuritas,” tegasnya.


Waran Terstruktur tidak diterbikan oleh emiten saham, melainkan produk investasi yang dimiliki Perusahaan Efek dengan kapasitas sebagai Anggota Bursa (AB) atau pengguna jasa Penyelenggara Pasar Alternatif (PPA).


Perusahaan Efek sebagai penerbit Waran Terstruktur harus memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan ( MKBD ) setidaknya Rp250 miliar dengan ketentuan kas dan setara kas minimum 25 persen dari nilai MKBD . Selain sekuritas, kata Denny, produk investasi ini juga bisa diterbitkan oleh bank umum BUKU 3 dan BUKU 4 atau pun pihak lain yang disetujui oleh OJK.


Mengingat penetapan underlying Waran Terstruktur berada di bawah ranah kerja BEI, maka jelas denny, produk ini diharapkan bisa mengacu pada saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar serta fundamental perusahaan dalam kategori baik.


Sehingga, Efek yang paling memungkinkan untuk menjadi underlying adalah saham anggota Indeks IDX30. “Pada praktiknya di luar negeri, satu sekuritas bisa menerbitkan beberapa structured warrant, karena penerbitannya tergantung jumlah underlying-nya. Nantinya, kami di BEI akan mencari saham-saham yang paling liquid,” jelas Denny.


Waran Terstruktur merupakan Efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual underlying pada harga dan waktu tertentu. OJK akan menetapkan bahwa Efek yang bisa menjadi underlying adalah saham, indeks saham, indeks sekumpulan saham, reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di BEI atau Efek lain yang ditetapkan oleh OJK.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *