Home / Korporasi / Emiten / PT Pratama Widya Jadi Emiten Ke Sembilan Dicatatkan Di BEI Tahun Ini

PT Pratama Widya Jadi Emiten Ke Sembilan Dicatatkan Di BEI Tahun Ini

Marketnews.id Buat sebagai masyarakat, angka sembilan merupakan salah satu angka keberuntungan. PT Pratama Widya Tbk, merupakan emiten ke sembilan yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat (7/2). Keberuntungan awal yang dialami adalah, harga saham perseroan langsung meningkat 50 persen.

Seperti diketahui, saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, harga saham PT Pratama Widya Tbk (PTPW) langsung menguat sebesar 50 persen ke level Rp975 dari harga penawaran Rp650 per saham.
Kenaikan harga saham emiten jasa konstruksi ini ditopang oleh frekuensi transaksi enam kali dan volume transaksi sebanyak 1.000 lot. Sehingga, nilai transaksi PTPW di awal perdagangan tercatat sebesar Rp97,5 juta.


Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), PTPW melepas saham ke publik sebanyak 175,630 juta lembar, sehingga pada aksi korporasi ini perseroan mampu meraih dana dari masyarakat mencapai Rp114,16 miliar. Manajemen PTPW menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.


“PT Pratama Widya Tbk dicatatkan dengan kode saham PTPW dan menjadi Perusahaan Tercatat ke-9 di tahun 2020 atau sebagai Perusahaan Tercatat ke-675 di BEI pada saat ini,” kata Inarno di Gedung BEI Jakarta, Jumat (7/2).
Inarno menyebutkan, pencatatan saham PTPW di BEI akan membuka peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan pendanaan dari publik secara lebih luas. “Tatapi, peluang tersebut mempunyai tanggung jawab juga ke publik,” tegas Inarno.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, PT Pratama Widya Tbk (PTPW) membidik pendapatan sebesar Rp 300 miliar sepanjang tahun 2020. Nilai ini naik 50% dari proyeksi pendapatan pada tahun 2019 sebesar Rp 200 miliar.
Direktur Utama PTPW, Andreas Widhatama optimistis dapat mencapai target pendapatan pada tahun ini sejalan dengan kontrak-kontrak yang tengah diincar. Dia bilang, pihaknya membidik perolehan kontrak senilai Rp 300 miliar pada 2020.

Pada awal tahun ini, Pratama Widya sudah mengantongi kontrak Rp 90 miliar. “Proyek kami dominan masih dari infrastruktur,” kata Andreas, Jumat (7/2).


Dia mengaku, saat ini Pratama Widya tengah memilih dan bakal mengikuti tender untuk proyek-proyek yang akan digarap pada tahun ini. Adapun proyek perusahaan berada di pulau Jawa, Kalimantan, hingga Sumatra. “Spesifik proyeknya seperti jembatan, jalan layang, bendungan, dan pembangunan dermaga,” tambah dia.


Nah, salah satu proyek besar yang bakal perusahaan bidik ada proyek pembangunan infrastruktur yang ada di Batam, Kapulauan Riau. Pratama Widya percaya diri bisa meraih kontrak ini lantaran perusahaan termasuk pemain dominan yang berada di Batam.



Andreas mengatakan, kontrak pembangunan fondasi akan berasal dari proyek pembangunan jembatan, jalan layang, bendungan hingga dermaga (jetty).


Lebih lanjut Andreas mengungkapkan, PTPW memiliki market share mencapai 30 persen di Pulau Batam. “Jadi, karena kami cukup dominan sebagai kontraktor berkelas, di sana tidak bisa menandingi dan kami cukup dominan,” ucap Andreas.

Selain itu, lanjut dia, PTPW juga sedang mengincar sejumlah proyek di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. “Pemerintah sudah mencanangkan ada pemindahan ibukota, jadi kami akan coba untuk mendapatkan proyek-proyek di ibukota baru,” kata Andreas.



Check Also

Antisipasi Kebutuhan Idulfitri, Pertamina Tambah 7,36 Juta Tabung LPG 3 Kilo.

MarketNews.id Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, telah menambah pasokan LPG 3 kilogram …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *