MarketNews.id-Perdagangan saham singkat dalam pekan ini dilalui dalam tiga hari perdagangan. Seluruh indikator perdagangan alami penurunan.
Rebalancing MSCI jadi salah satu faktor penyebab terjerembab Indeks saham hingga 3,53 persen. Posisi Indeks pekan ini dinilai jadi titik awal kembali bangkitnya saham Indonesia setelah MSCI keluarkan Indeks terbarunya setelah mengeluarkan saham kelompok usaha Prajogo Pangestu dan Sinarmas Grup.
Sepanjang tiga hari perdagangan pekan pendek ini, rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp18,82 triliun atau melorot dibandingkan sepekan sebelumnya, yakni Rp23,05 triliun per hari.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI untuk periode 11-13 Mei 2026, rata-rata volume transaksi harian hanya 35,76 miliar saham atau anjlok 22,02 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang mencapai 45,86 miliar saham per hari.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan terakhir terpantau mengalami penurunan 0,78 persen menjadi 2,53 juta kali dari sebanyak 2,55 juta kali transaksi per hari pada pekan sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5), Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertengger di posisi 6.723 atau tersungkur 3,53 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (8/5) yang berada di level 6.969.
Dengan posisi IHSG yang berada di posisi 6.723, maka saat ini nilai kapitalisasi pasar di BEI tersisa Rp11.825 triliun alias melorot 4,68 persen dibandingkan ketika penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya sebesar Rp12.406 triliun.
Pada perdagangan Rabu pekan ini, investor asing melakukan aksi jual bersih (all market) sebesar Rp1,53 triliun. Dengan demikian, sepanjang tahun berjalan 2026 sudah terjadi net foreign sell mencapai Rp40,82 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal