Home / Korporasi / BUMN / Klaim Nasabah Asuransi Jiwasraya Sudah Membengkak Jadi Rp 16 Triliun

Klaim Nasabah Asuransi Jiwasraya Sudah Membengkak Jadi Rp 16 Triliun

Marketnews.id Bisnis asuransi adalah bisnis kepercayaan. Nasabah berani melakukan investasi dengan membeli polis asuransi, karena yakin pihak asuransi bakal memberikan jaminan kepada nasabahnya bahwa uang yang diinvestasikan akan menghasilkan keuntungan.

Lebih hebatnya lagi, Pemerintah tidak memberikan jaminan buat pemegang polis untuk dibayar uangnya bila pihak asuransi ingkar janji atau tidak membayar kembali dana investasi yang telah ditanamkan dan dikelola oleh asuransi. Padahal, kalau simpan uang di bank. Pemerintah menjamin uang nasabah aman ada di bank.

Menurut catatan redaksi, banyak kasus gagal bayar perusahaan asuransi swasta yang hingga kini tidak selesai masalah nya. Sementara pemegang polis dirugikan. Kini, nasabah Jiwasraya mendapat jaminan bahwa dana yang ditanamkan akan diganti oleh pemerintah.

Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diperkirakan baru akan mendapatkan kembali uangnya pada Maret 2020.

Menteri Badan Usaha Milik Negara UMN Erick Tohir menyatakan, dalam upaya penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), pemerintah merancang pembayaran tunggakan klaim dilakukan mulai akhir Maret 2020.

“Kami berkoordinasi dengan Kemekeu [Kementerian Keuangan], dan Otoritas Jasa Keuangan untuk solusi terbaik [masalah Jiwasraya]. Kami ingin ada pencarian akhir Maret, kalau bisa lebih cepat. Kami harapkan tim bekerja profesional dan transparan, salah satunya lewat upaya pembentukan holding asuransi,” kata Erick di DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Erick tidak merinci skema yang disiapkan agar nasabah mendapatkan kembali uang yang mereka tanam di asuransi milik negara tersebut kembali. Meski begitu ia meyakini holding menjadi solusi paling tepat untuk mengembalikan uang miliki nasabah. Berdasarkan data data terakhir yang dimiliki Kementerian BUMN nilai bayar klaim menunggak di Jiwasraya mencapai Rp16 triliun. Selain itu perusahaan harus menambah modal sebanyak Rp28 triliun untuk mencapai solvabilitas sesuai ketentuan sebesar 120%.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *