Home / Korporasi / BUMN / Bank Mandiri Akan Terbitkan Obligasi Korporasi sekitar Rp 5 -10 Triliun di Semester Kedua

Bank Mandiri Akan Terbitkan Obligasi Korporasi sekitar Rp 5 -10 Triliun di Semester Kedua

Marketnews.id Untuk terus berkembang, bisnis bank butuh permodalan yang kuat. Untuk memenuhi permodalan ini, bank bisa menerbitkan surat utang jangka menengah atau panjang dalam bentuk obligasi korporasi.

Guna menambah pendanaan perusahaan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana menerbitkan obligasi korporasi pada semester II-2020,
Adapun untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perseroan, besaran penerbitan ini antara Rp5-10 triliun.
Hal itu diakui oleh Direktur Utama BMRI, Royke Tumilaar, usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di Ritz Carlton Jakarta, Kamis (16/1/).


Berdasarkan laporan keuangan BMRI September 2019, perseroan sudah merilis Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap III Tahun 2018 (Obligasi Berkelanjutan I Tahap III) dengan nilai nominal sebesar Rp3 triliun.
Pada 30 September 2016, BMRI juga lebih dahulu menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2016 dengan nilai nominal sebesar Rp5 triliun. Sedangkan pada 15 Juni 2017, BMRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap II Tahun 2017 dengan nilai nominal Rp6 triliun.


Royke juga menjelaskan rencana obligasi itu akan diterbitkan dalam denominasi rupiah, bukan dolar AS.
“Rupiah dululah, dolar [itu] banyak dolar masuk dari  offshore  [luar negeri] , ” katanya.
Lebih lanjut Royke mengatakan ada penurunan margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) tahun ini.


“Saya enggak tahu yang pasti  cost  harus dijaga makanya kita harus jagain cost structure dengan baik termasuk DPK. Kalau likuiditas kuat di  market  harusnya lebih oke, kalau semua berebut deposito di  market  ya NIM akan kena. Mudah-mudahkan kalau pertumbuhan kredit bisa tumbuh  smooth  NIM tak akan terganggu,” papar Royke.


Untuk target NIM, Royke mengatakan masih di atas 5% untuk tahun lalu.Dia akan mencoba untuk  smooth , mungkin di kisaran 5,5% [2019].
” Makanya kita mau  switching  ke  fee based  [pendapatan non-bunga] karena pasti NIM akan tertekan ada likuiditas dan sebagainya pasti  kan  ada faktor itu, jelas Royke.
Strateginya, kredit korporasi akan diperkuat sehingga target bisa dicapai. Apalagi sebagai corporate, BMRI kuat sehingga  value chain  itu juga akan tercapai melalui berbagi kerja sama.

Sebelumnya, perseroan tahun lalu membukukan kredit sindikasi US$3,4 miliar . Perseroan terlibat dalam 34 proyek senilai US$12,32 miliar, baik dengan pihak swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Realisasi tersebut menempatkan Bank Mandiri pada posisi pertama penyalur kredit sindikasi terbesar, menurut Bloomberg League Table Reports Indonesia Borrower Loans 2019.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan perseroan juga aktif memperkuat eksistensi di kancah pasar sindikasi internasional. Bank milik negara ini duduk pada peringkat tertinggi dalam daftar Mandated Lead Arranger and Bookrunner di Asean loan berdasarkan data Bloomberg League Table Reports 2019.

“Pada tahun lalu, kami mencatat penyaluran kredit sindikasi yang sangat berkembang, termasuk pembiayaan secara structured finance. Hal ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk menjadi bagian dari agen pendukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Alexandra dalam keterangan resmi Minggu (12/1/2020).

Alexandra menambahkan bahwa sepanjang 2019, Bank Mandiri menyalurkan kredit secara sindikasi kepada sektor Infrastruktur, ketenagalistrikan, minyak dan gas, energi dan industri pertambangan. Satu di antaranya adalah pembiayaan kepada Angkasa Pura I menjelang penutup tahun lalu.

“Kredit sindikasi yang dimaksudkan untuk membuka jaringan distribusi ke daerah-daerah terpencil itu ditandatangani pada 23 Desember 2019 dengan nilai total Rp4 triliun,” katanya.
Selain itu, Bank Mandiri terbukti aktif dalam pembiayaan infrastruktur sektor pertambangan mulai dari nikel hingga emas. Diharapkan hilir dari sindikasi ini mampu menambah nilai barang tambang yang pada gilirannya akan menambah pendapatan pemerintah melalui pajak dan PNBP.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *