MarketNews.id– PT Bursa Efek Indonesia (BEI), memperkuat perannya dalam memperluas akses pendanaan bagi perusahaan Indonesia melalui pengembangan ekosistem yang mendorong perusahaan, khususnya usaha menengah, untuk tumbuh, meningkatkan tata kelola, dan memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan jangka panjang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi BEI dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT Surveyor Indonesia (Persero), serta Perguruan Tinggi di Indonesia, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan peluncuran Go Public Academy for SMEs di Main Hall BEI, Jakarta, pada 2 November 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting mewakili Menteri UMKM Maman Abdurrahman; Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman; Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik; serta Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Fajar Wibhiyadi, bersama perwakilan kementerian/lembaga, pelaku usaha, asosiasi, lembaga jasa keuangan, dan perguruan tinggi salah satunya Universitas Indonesia.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting menyampaikan, bahwa usaha menengah memiliki peran strategis sebagai jembatan antara ekonomi rakyat dan industri berskala besar.
Untuk naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan, perusahaan tidak hanya membutuhkan tambahan modal, tetapi juga struktur pendanaan yang tepat, tata kelola yang kuat, profesionalisme, transparansi, serta pengelolaan risiko yang baik.
Pasar modal diharapkan dapat melengkapi sumber pembiayaan yang telah tersedia, termasuk perbankan.
Loto menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program pengembangan tidak serta-merta menjadikan perusahaan wajib atau otomatis dapat melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Keputusan untuk menjadi perusahaan terbuka merupakan pilihan strategis masing-masing perusahaan dan tetap harus memperhatikan kesiapan serta ketentuan yang berlaku.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menjelaskan, bahwa Go Public Academy for SMEs merupakan bagian dari strategi akselerasi jangka panjang melalui program RISE to IPO.
Program RISE mencakup empat tahapan, yaitu Reach untuk menjangkau perusahaan potensial, Inspire untuk membangun pemahaman dan minat terhadap pasar modal, Support untuk mendukung transformasi dan peningkatan kesiapan perusahaan, serta Elevate untuk mendorong perusahaan menjadi entitas yang kompetitif dan memiliki tata kelola yang baik.
Sejak 2025, rangkaian kegiatan RISE to IPO telah menjangkau 281 perusahaan di lima kota, yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Bandung.
Dari rangkaian kegiatan di Jakarta dan Semarang, sebanyak 23 perusahaan telah dikurasi untuk mengikuti Intensive Coaching Clinic pada Februari 2026.
Sementara itu, peserta dari rangkaian kegiatan di Surabaya, Makassar, dan Bandung akan melanjutkan proses pendampingan pada tahap berikutnya.
Kementerian UMKM juga menyampaikan bahwa berdasarkan Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT), terdapat sekitar 15.300 usaha menengah yang terdata, dengan sekitar 1.600 di antaranya telah memiliki profil.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 200 pelaku usaha menengah dipilih untuk diundang dan diperkenalkan lebih lanjut pada pengembangan akses pembiayaan melalui pasar modal.
Data tersebut menjadi salah satu basis untuk memperkuat pemetaan, kurasi, dan pembinaan perusahaan potensial secara lebih terarah.
Melalui kerja sama dengan PT Surveyor Indonesia, BEI mendorong penguatan keandalan dan kepercayaan ekosistem pasar modal Indonesia yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung proses verifikasi dan validasi informasi keuangan maupun nonkeuangan perusahaan, serta penguatan aspek tata kelola, lingkungan, sosial, dan keberlanjutan, termasuk kesiapan perusahaan dalam menghadapi tuntutan transparansi dan praktik bisnis berkelanjutan.
Sementara itu, Go Public Academy for SMEs dikembangkan bersama Universitas Indonesia sebagai platform edukasi, peningkatan kapasitas, dan pendampingan bagi perusahaan yang ingin memahami serta mempersiapkan diri memasuki pasar modal.
Perguruan tinggi diharapkan berperan sebagai simpul pengembangan di berbagai daerah sehingga edukasi dan pembinaan perusahaan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.
Akademi ini dirancang melalui tujuh tahapan pengembangan, yaitu Awareness, Corporate Readiness, Financial Readiness, IPO Readiness, Public Company Excellence, Capital Market Expansion, serta National and Global Champion.
Tahapan tersebut mencerminkan pendekatan berkelanjutan, mulai dari pengenalan pasar modal, penguatan fondasi perusahaan, kesiapan menuju IPO, hingga peningkatan daya saing setelah menjadi perusahaan terbuka.
Pelaksanaan program akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, perusahaan efek, asosiasi, mentor, praktisi, dan lembaga pendukung lainnya.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun jalur pembinaan yang lebih terintegrasi, mulai dari identifikasi perusahaan potensial, peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga akses terhadap sumber pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap pertumbuhan perusahaan.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa BEI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara perdagangan dan tempat pencatatan efek, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang membantu perusahaan meningkatkan kualitas dan kapasitasnya.
Melalui program pembinaan yang terstruktur, BEI ingin memastikan semakin banyak perusahaan Indonesia memahami manfaat pasar modal dan memiliki kesiapan yang memadai untuk memanfaatkannya sebagai sumber pendanaan jangka panjang.
Dalam rangka memperkuat daya tarik pasar modal bagi perusahaan, BEI juga telah bekerja sama dengan DDTC dalam melakukan kajian mengenai insentif perpajakan bagi perusahaan tercatat.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, perusahaan terbuka yang memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 3% dibandingkan tarif umum.
Informasi dan pemahaman mengenai insentif tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari edukasi bagi perusahaan yang mempertimbangkan untuk menjadi perusahaan terbuka.
Melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga, dunia usaha, lembaga jasa keuangan, dan perguruan tinggi, BEI berharap pengembangan perusahaan menuju pasar modal dapat berlangsung secara lebih terencana dan berkesinambungan.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BEI membangun ekosistem nasional untuk melahirkan generasi baru perusahaan Indonesia yang berkualitas, siap IPO, dan mampu tumbuh menjadi perusahaan berdaya saing global serta meningkatkan kontribusi pasar modal terhadap pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan dunia usaha Indonesia.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal