MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), menetapkan saham PT Mahkota Group Tbk (MGRO) sebagai saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Cencentrasion/HSC) berdasarkan data per 26 Mei 2026.
Sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 93,76 persen dari total saham MGRO. Data ini mencerminkan tingginya konsentrasi kepemilikan saham tertentu di perusahaan industri kelapa sawit ini.
Status HSC di akhir Mei lalu, bukan indikasi pelanggaran regulasi yang dilakukan MGRO. Informasi ini merupakan bentuk keterbukaan informasi agar investor mempertimbangkan struktur kepemilikan saham dalam keputusan investasi oleh investor publik.
Dalam pengumuman bernomor Peng-00012-HSC/BEI.WAS/05-2026 dan KSEI -3504/DIR/0526 yang diterbitkan pada 29 Mei 2026 dan diunggah melalui Keterbukaan Informasi di laman IDX, Selasa 2 Juni 2026.
Dalam laman disebutkan bahwa berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat per 26 Mei 2026, saham MGRO dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 93,76% dari total saham perseroan.
BEI dan KSEI menjelaskan, status kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi diberikan berdasarkan hasil pemantauan terhadap komposisi kepemilikan saham emiten yang menunjukkan sebagian besar saham dikuasai oleh kelompok pemegang saham tertentu.
Meski demikian, otoritas pasar modal menegaskan bahwa pengumuman tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.
Pengumuman ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada investor dan pelaku pasar agar dapat memperhatikan struktur kepemilikan saham perseroan dalam mengambil keputusan investasi.
Emiten dengan kode saham MGRO adalah PT Mahkota Group Tbk, sebuah perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang industri kelapa sawit. Bisnis utama adalah memproses kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel (PK), serta berbagai produk turunan sawit lainnya.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal