MarketNews.id-Penjualan eceran sepanjang Maret 2026 naik 2,4 persen (yoy) dan 9,3 persen (mtm) didorong oleh permintaan kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Dengan sektor utama pendorong adalah suku cadang, makanan dan minuman, barang budaya, peralatan komunikasi, BBM dan sandang. Peningkatan ini sebagai indikasi daya beli masyarakat tetap kuat. Inflasi diperkirakan akan naik di bulan Mei dan akan stabil di bulan Agustus.
Kinerja penjualan eceran sepanjang Maret 2026 diperkirakan tetap tumbuh positif, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) meningkat 2,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (y-o-y).
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kelompok suku cadang dan aksesori, makanan-minuman-tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.
Secara bulanan (month-to-month), penjualan eceran mengalami lonjakan signifikan sebesar 9,3 persen, lebih tinggi dibandingkan Februari yang hanya tumbuh 4,1 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, Senin 13 April 2026 mengatakan, “Pertumbuhan penjualan eceran pada Maret terutama dipengaruhi peningkatan permintaan rumah tangga selama Ramadan dan Idul Fitri. Kelompok peralatan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta sandang menjadi pendorong utama.”
Sementara itu, pada Februari, IPR tercatat tumbuh 6,5 persen (y-o-y), naik dibanding Januari 2026 sebesar 5,7 persen.
Dari sisi inflasi, tekanan harga diperkirakan meningkat pada Mei dengan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) sebesar 157,4. Namun, IEH Agustus diperkirakan relatif stabil di level 157,2, tidak jauh berbeda dari Juli yang tercatat 157,1.
Pertumbuhan penjualan eceran yang positif ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga, seiring persiapan Lebaran yang mendorong konsumsi rumah tangga.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal