MarketNews.id Ekosistem PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang 2025 lalu catat kinerja positif. Bahkan, hampir semua layanan digital lewat ekosistem digital yang dimiliki BBRI tumbuh solid hingga dua Digit.
Pengguna aktif bulanan BRImo naik 17,8 persen jadi 21 juta dengan nilai transaksi melonjak 26,4 persen jadi Rp7.076,9 triliun. Penetrasi BRImo naik 57,8 persen mencerminkan kuatnya adopsi digital nasabah ritel perseroan.
Sementara pengguna aktif Qlola by BRI naik 48,1 persen jadi 113 ribu. Sedangkan volume transaksi tumbuh 36,2 persen jadi Rp13.456 triliun.
Untuk transaksi mengunakan QRIS naik 100 persen jadi Rp85,6 triliun dengan jumlah transaksi melonjak 127,5 persen jadi 782,8 juta.
BBRI melaporkan kinerja transaksi dan penguatan ekosistem digital yang solid sepanjang tahun buku 2025 melalui peningkatan jumlah dan volume transaksi melalui platform BRImo, Qlola, bisnis merchant, hingga QRIS .
Sejumlah indikator utama menunjukkan pertumbuhan dua digit, sejalan dengan strategi perseroan dalam memperluas penetrasi layanan digital dan memperdalam basis merchant.
Dalam paparan Financial Update Presentation FY2025 yang disampaikan dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/2), manajemen BBRI mengungkapkan jumlah pengguna aktif bulanan BRImo mencapai 21 juta pada 2025, meningkat 17,8% dibandingkan 17,8 juta pada 2024.
Sejalan dengan itu, nilai transaksi BRImo tumbuh 26,4% menjadi Rp7.076,9 triliun dari sebelumnya Rp5.596,7 triliun.
Peningkatan tersebut turut mendorong rasio penetrasi BRImo yang terus menanjak dalam tiga tahun terakhir.
Tingkat penetrasi tercatat sebesar 57,8% pada 2025, naik dari 48,5% pada 2024, 38,7% pada 2023, dan 30,4% pada 2022.
Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya adopsi digital nasabah ritel BRI.
Di segmen wholesale melalui platform Qlola by BRI, jumlah pengguna aktif melonjak 48,1% secara tahunan menjadi 113 ribu pada 2025, dibandingkan 76,3 ribu pada 2024. Sementara itu, volume transaksi Qlola meningkat 36,2% menjadi Rp13.456 triliun, dari Rp9.878 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi bisnis merchant, volume penjualan merchant BRI tercatat sebesar Rp223,2 triliun pada 2025, tumbuh 19,8% dibandingkan Rp186,3 triliun pada 2024.
Menariknya, volume penjualan per merchant meningkat 27 % menjadi Rp707,8 juta, mencerminkan perbaikan kualitas dan produktivitas merchant yang tergabung dalam ekosistem BRI.
Jumlah merchant secara total tercatat 315,4 ribu pada 2025, turun 5,7% dari 334,3 ribu pada 2024. Namun, jumlah merchant produktif justru naik 3,8% menjadi 114,2 ribu, dari 110 ribu pada tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan strategi perseroan yang lebih selektif dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan transaksi aktif.
Sementara itu, kinerja BRImo dan merchant juga ditopang oleh pertumbuhan transaksi QRIS . Volume penjualan QRIS melonjak 100% menjadi Rp85,6 triliun pada 2025 dari Rp42,8 triliun pada 2024.
Volume penjualan per toko naik 89,4% menjadi Rp19,43 juta, sedangkan jumlah transaksi QRIS melesat 127,5% menjadi 782,8 juta transaksi dari 344,1 juta transaksi pada tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, pertumbuhan berbagai metrik transaksi tersebut menegaskan efektivitas inisiatif pendanaan ritel dan digitalisasi yang dijalankan BRI dalam memperkuat basis dana murah, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan engagement nasabah dan merchant di seluruh Indonesia.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal