MarketNews.id- Sepanjang tahun 2025 lalu, Bank Syariah Indonesia (BSI) berhasil catatkan peningkatan layanan jasa pengiriman uang atau remitansi hingga sembilan persen jadi Rp116 Triliun. Peningkatan ini didominasi oleh Pekerja Migran Indonesia asal Malaysia.
Saat ini, BSI Remitansi sudah ada di Malaysia, Hongkong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei, Qatar, Korsel, Selandia Baru, Amerika, Inggris dan Kanada . Layanan Remitansi ini. Diharapkan akan jadi motor panggerak ekonomi daerah sekaligus perkuat cadangan devisa negara.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mencatatkan transaksi remitansi yang melesat menjadi 1,8 juta transaksi, tumbuh 9 persen year on year (yoy), dengan nilai transaksi sekitar Rp116 triliun hingga Desember 2025.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan,Malaysia menjadi salah satu kantong transaksi terbesar.
“Di sanalah BSI masuk lebih dalam dengan layanan yang mudah diakses dari berbagai negara,” kata Anton dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Anton menegaskan misi BSI melampaui sekadar penyedia jasa pengiriman uang.
Dengan penguasaan arus uang dari luar negeri ke berbagai daerah di Indonesia, BSI optimistis layanan remitansi akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang signifikan sekaligus memperkuat cadangan devisa negara.
“Kami ingin PMI bukan hanya mengirim uang, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih kuat dan aman,” ujarnya.”
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal