MarketNews.id-Sudah menjadi jawaban standar bagi emiten bila di tanya oleh BEI apa penyebab harga saham emiten bersangkutan alami pergerakan harga signifikan hingga BEI harus menghentikan sementara perdagangan saham yang alami peningkatan atau penurunan harga.
Umumnya emiten bersangkutan mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya perubahan harga signifikan terhadap saham perusahaannya.
Begitu juga terhadap pertanyaan lainnya yang berkaitan dengan kemungkinan akan terjadi penjualan besar oleh pemegang saham utama. Biasanya jawaban yang disampaikan pemegang saham utama tidak berencana untuk melepas sahamnya.
Tapi, seteleh suspen saham dibuka kembali, harga saham kembali bergerak liar apakah turun atau naik hingga BEI kembali harus suspend saham bersangkutan.
PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi nilai efek Perseroan.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham RAFI beberapa waktu terakhir.
“Sampai dengan tanggal surat ini dan sepanjang pengetahuan Perseroan, tidak terdapat informasi atau fakta material tambahan yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi nilai efek Perseroan maupun keputusan investasi pemodal,” kata Direktur Utama PT Sari Kreasi Boga Tbk, Eko Pujianto dalam keterangannya, Sabtu 8 November 2025.
Eko menambahkan, fluktuasi harga saham RAFI merupakan bagian dari mekanisme pasar. Manajemen memastikan bahwa tidak memiliki informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat memengaruhi harga efek maupun kelangsungan hidup Perseroan.
Selain itu, Eko juga menegaskan bahwa perusahaan sedang mengkaji rencana aksi korporasi untuk mendukung ekspansi usaha melalui pendanaan baru, baik lewat penerbitan saham maupun instrumen utang.
Namun, ia menekankan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
“Segera setelah kajian rampung, kami akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan pasar modal,” kata Eko.
Terkait aktivitas pemegang saham utama, Perseroan memastikan tidak ada perubahan signifikan.
“Berdasarkan konfirmasi kepada pemegang saham utama, hingga saat ini tidak terdapat rencana yang dapat memengaruhi pencatatan saham Perseroan di Bursa,” jelas Eko.
Sebagian besar emiten yang alami gejolak harga selalu mengatakan tidak tahu karena itu merupakan mekanisme pasar.
Tapi fakta selanjutnya, ada informasi dari emiten bersangkutan akan lakukan aksi korporasi. Yang jadi jawaban mengapa BEI sempat melakukan suspend atas saham tersebut.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal