MarketNews.id- Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), akan membeli 63,4 persen saham Sawit Mandiri Lestari (SML) milik induk usaha perseroan, Citra Borneo Indah senilai Rp1,6 triliun.
Mengutip keterangan resmi emiten perkebunan sawit dengan penerima manfaat akhir Abdul Rasyid, Rabu 24 September 2025, bahwa akuisisi perusahaan sawit seluas 11.046 hektar ini akan memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas usaha perseroan di industri perkebunan sawit.
“Perseroan melihat bahwa kebun SML berada pada wilayah yang sama dan umur tanaman yang masih muda. Sehingga akan meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan juga pendapatan Perseroan,” kutipan keterangan resmi SSMS.
Selain itu,rencana ini juga mendukung peningkatan kapasitas hilir anak usaha SSMS yakni Citra Borneo Utama (CBUT) untuk meningkatkan kapasitas olahan CPO dari 2.500 MT menjadi 4.000 MT dengan target operasi pada tahun 2026.
Manajemen SSMS menaksir penjualan perseroan tak terdampak dari akusisi ini.Tapi laba kotor mulai terbeda jika melakukan akuisisi ini sejak tahun 2027. Bila tanpa akuisisi, laba kotor Rp7,8 triliun tapi bila akusisi berjalan, laba kotor sebesar Rp8,2 triliun.
Sedangkan laba tahun berjalan dengan akusisi ini pada semester II 2025 justru tertekan menjadi Rp841,08 miliar. Tapi Tahun 2026 mulai dirasakan dampaknya. Bila rencana ini rampung, laba tahun berjalan sebesar Rp2,13 triliun. Tapi tanpa akuisisi Rp2,087 triliun.
Namun rencana ini perlu persetujuan pemodal dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 Oktober 2025.
Hal itu menjalankan ketentuan POJK 17/2020, karena rencana pembelian aset itu tergolong material. Jelasnya, rencana transaksi ini melebihi 50 persen dari jumlah ekuitas Perseroan sebesar Rp3,136 triliun berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal