MarketNews.id- Mora Telematika Indonesia (MORA), mengalami penyusutan pendapatan sedalam 15,01 persen secara tahunan menjadi Rp1,828 triliun pada akhir Juni 2025.
Pemicunya, pendapatan dari penyelenggaraan telekomunikasi VSAT amblas 77,7 persen secara tahunan sisa Rp74,6 miliar.
Senasib, pendapatan dari layanan jaringan internasional menyusut 5,9 persen secara tahunan menjadi Rp158,3 miliar.
Demikian juga dengan pendapatan jasa penyelenggara telekomunikasi jaringan domestik menciut 1,4 persen secara tahunan menjadi Rp477,79 miliar.
Terlebih pendapatan dari pendapatan selain penyelenggara telekomunikasi seperti dari proyek konsesi, pusat data dan lain lain merosot 23,02 persen secara tahunan menjadi Rp448,39 miliar.
Tapi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan internet tumbuh 12,6 persen secara tahunan menjadi Rp642,83 miliar.
Walau beban langsung menyusut 6,2 persen secara tahunan menjadi Rp736,75 miliar. Tapi laba kotor tetap merosot 20 persen secara tahunan menjadi Rp1,092 triliun.
Bahkan laba usaha anjlok 40,12 persen secara tahunan menjadi Rp494,65 miliar. Seirama, laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan amblas 50,8 persen secara tahunan menjadi Rp258,26 miliar.
Direktur Utama MORA, Jimmy Kadir melaporkan laba bersih semester I 2025 sebesar Rp170,88 miliar. Nilai laba itu turun 52,9 persen dibandingkan semester I 2024 yang mencapai Rp361,95 miliar.
Dampaknya, laba per saham dasar melorot ke Rp7 per lembar pada akhir Juni 2025. Sedangkan akhir Juni 2024 senilai Rp15 per helai.
Namun laba tersebut dapat menambah saldo laba belum ditentukan penggunaannya 6,5 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp3,477 triliun pada akhir Juni 2025.
Pada gilirannya, total ekuitas turut meningkat 2,4 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp7,568 triliun pada akhir Juni 2025.
Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 7,6 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp6,709 triliun pada akhir Juni 2025.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal