MarketNews.id- Pengendali Express Transindo Utama (TAXI) telah menjual semua kepemilikan sahamnya pada perusahaan transportasi umum itu. Sehingga investor publik menguasai 100 persen dari total saham yang dilepas TAXI.
Berdasarkan data idxmobile, 99,99 persen saham TAXI dipegang masyarakat non warkat dan 0,01 persen dipegang oleh masyarakat yang masih memegang warkat.
Tak heran ketika manajemen Bursa Efek Indonesia meminta manajemen TAXI untuk meminta rencana pemegang saham utamanya terkait kepemilikannya mendapatkan jawaban cukup unik.
“Saat ini, perseroan tidak memiliki pemegang saham utama,” jawab Direktur Utama TAXI, Johannes B.E. Triatmojo dikutip Rabu 3 September 2025.
Seperti manajemen emiten lainnya, Triatmojo mengaku tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Dia juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E: Kewajiban Penyampaian Informasi ketentuan butir point III.2.1. dan IV.2.1. Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Kep-00015/BEI/01-2021.
BEI mengajukan pertanyaaan itu kepada manajemen setelah terjadi peningkatan aktivitas dan penurunan harga TAXI pada 29 Agustus 2025.
Saat itu aktivitas transaksi TAXI meningkat menjadi sebanyak 560.798.500 saham dengan frekuensi 1.863 kali dibandingkan hari bursa sebelumnya sebanyak 24.849.100 saham dengan frekuensi 77 kali.
Sedangkan harga TAXI ditutup menurun sebesar Rp-1 atau -5,88 persen dari harga penutupan sebelumnya pada Rp17 menjadi Rp16.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal