MarketNews- Ingria Pratama Capitalindo (GRIA), menyiapkan Gria Mahakam City di Samarinda sebanyak 5.500 unit rumah dan New Bukit Residence di Purwakarta dengan 200 unit. Keduanya diproyeksikan jadi pendorong pertumbuhan GRIA di tahun 2025–2026.
Pendiri Entry Exit Investment, Indrawijaya Rangkuti menilai, GRIA tidak hanya membangun rumah, tetapi juga mengusung konsep green & sustainable housing dengan menghadirkan instalasi water treatment plant untuk pasokan air bersih, waste management system bekerja sama dengan WTW (Waste to Wealth), serta penyediaan ruang terbuka hijau dan konsep smart home.
“ Dengan pendekatan ini, GRIA memposisikan diri sebagai pengembang rumah subsidi dengan kualitas ramah lingkungan,” kata dia kepada media, Senin 15 September 2025.
Dari sisi teknikal, dia melihat saham GRIA ditutup menguat 7,09 persen ke level 151 per saham dengan lonjakan volume 24,7 juta lot pada perdagangan hari ini. Jika dihitung sejak awal tahun kenaikan saham GRIA ini bahkan jauh lebih tinggi yaitu sekitar 52,53 persen. Level itu telah menembus area konsolidasi 110 menandai perubahan tren jangka pendek.
“Saat ini GRIA tengah menguji resistance penting di kisaran 160–175. Jika level ini ditembus, peluang menuju gap area 200 terbuka lebar. Sebaliknya, jika terjadi koreksi, support kuat berada di 130–135, dengan level 110 sebagai support mayor.”terang dia.
Dia memandang lonjakan harga saham GRIA ini sejalan dengan dengan upaya Pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan yang cukup tinggi hingga 36 juta unit rumah.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memang menargetkan pembangunan 3 juta unit rumah per tahun. Program ini merupakan salah satu inisiatif utama untuk mengatasi kesenjangan perumahan di Indonesia, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dia mengingatkan, Pemerintah menargetkan kuota FLPP 2025 naik ke 350 ribu unit dengan nilai lebih dari Rp 30 triliun. Ditambah insentif PPN 100 persen hingga Desember 2025, sektor rumah subsidi diprediksi akan terus menjadi daya Tarik yang tinggi.
Terlebih , Kementerian Keuangan juga telah menempatkan dana jumbo Rp200 triliun melalui bank Himbara (Mandiri, BRI, BTN, BNI) untuk mendukung program Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya segmen subsidi.
Aliran dana ini akan mempercepat penyaluran pembiayaan ke masyarakat, sekaligus membuka peluang penjualan lebih besar bagi pengembang rumah subsidi seperti GRIA.
Sedangkan kinerja GRIA Sepanjang 2024 mencatatkan penjualan 333 unit atau naik 31,6 persen secara tahunan. Sejalan, pendapatan naik 35,6 persen menjadi Rp65,02 miliar, sementara laba bersih melonjak 68,5 persen menjadi Rp5,78 miliar. Margin laba ikut membaik dari 6 persen menjadi 8,9 persen.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal